Masuklah Islam Secara Kaffah

Posted on April 18, 2008 by cucuk-aryan.
Categories: jalanKu.

Al Baqarah 208-209

Hai
orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara
keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan.
Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.
Tetapi
jika kamu menyimpang (dari jalan Allah) sesudah datang kepadamu
bukti-bukti kebenaran, maka ketahuilah, bahwasanya Allah Maha Perkasa
lagi Maha Bijaksana. ( al- Baqarah : 208-209 ).

Inilah
seruan kepada kaum mukminin dengan menyebut iman. Yaitu, sifat atau
identitas yang paling mereka sukai, yang membedakan mereka dari orang
lain dan menjadikan mereka unik serta menghubungkan mereka dengan Allah
yang menyeru mereka itu. Seruan kepada orang orang beriman unfuk masuk
Islam secara total’ Pemahaman
pertama terhadap seruan ini ialah orang-orang mukmin harus menyerahkan
diri secara total kepada Allah, dalam urusan yang kecil maupun yg
besar. Hendaklah mereka menyerahkan diri dengan  sebenar-benarnya secara keseluruhan, baik mengenai
tashawur,’persepsi, pandangan’, pemikiran’ maupun perasaan, niat maupun
amal’,kesenangan maupun ketakutan; dengan tunduk dan patuh kepada
Allah, dan ridha kepada hukum dan qadha-Nya, tak tersisa sedikit pun
dari semua ini untuk selain Allah. Pasrah yang disertai dengan ketaatan
yang mantap, tenang, dan ridha. Menyerah kepada tangan (kekuasaan) yang
menuntun langkah-langkahnya. Mereka percaya bahwa “tangan” itu
menginginkan bagi mereka kebaikan, ketulusan’ dan kelurusan .
 

Mereka merasa tenang dan tenteram menempuh jalan itu ketika berangkat dan kembali di duniaataupun diakhirat .Arahan dakwah kepada orang-orang yang beriman ini juga mengisyaratkan bahwa di sana terdapat jiwa-jiwa  (manusla) yang senantiasa memberontak dengan keragu-raguan untuk  melakukan ketaatan yang mutlak baik secara sembunyi maupun terang-terangan Ini
adalah hal yang biasa terdapat di dalam kelompok masyarakat, di samping
itu ada jiwa-jiwa yang tenang, percaya kepada Allah, dan ridha’ Ini
adalah  seruan yang setiap waktu ditujukan kepada orang-orang yang beriman  agar
mereka menjadi suci dan bersih, tulus dan ikhlas, dan sesuai getaran
getaran jiwa dan arah perasaannya dengan apa yang dikehendaki Allah
bagi mereka
dan  juga agar sesuai dengan tuntutan nabi dan agama mereka  dengan tanpa keraguan dan kebimbangan serta kegamangan. 
Ketika
seorang muslim mematuhi ini dengan sebenar-benarnya berarti ia telah
masuk ke alam kedamaian secara menyeluruh dan ke alam keselamatan
secara total. Alam yang penuh kemantapan dan ketenangan, penuh
keridhaan dan kemantapan  tidak ada kebingungan dan kegoncangan, tidak
ada kelinglungan dan kesesatan.

Damai
dengan segala yang ada dan segala yang maujud’. Kedamaian yang
berseri-seri dalam lubuk hati. Kedamaian yang membayang-bayangi
kehidupan dan masyarakat ” kesejahteraan dan keselamatan di bumi dan
langit .K
eselamatan
dan kedamaian yang pertama kali melimpah ke dalam hati melimpah dari
tashaawwur-nya yang benar terhadap Allah Tuharnya memancar dari
keindahan  dan kelapangan tashawwurnya ini .
Sesungguhnya,
Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa yang kepada-Nya orang muslim
menghadapkan arahnya dengan hati yang mantap. Maka jalannya kepada Nya
tidak bercerai-berai, penghadapannya kepada Nva tidak berbilang
(melainkan cuma satu) dan tidak diombang-ambingkan oleh tuhan ini dan
tuhan itu ke sana ke mari sebagaimana ketuhanan berhala dalam jahiliah.
Yang ada hanya satuTuhan tempat ia menghadap dengan penuh keyakinan dan
kemantapan, dengan terang dan jelas.
 Dia ( Allah) adalah Tuhan Yang
Mahakuat, Mahakuasa dan Mahaperkasa , Apabila seorang muslim menghadap
kepada-Nya berarti ia menghadap kepada kekuatan yang sebenarnya yang
cuma satu-satunya di alam semesta ini. Ia merasa aman dari semua
kekuatan palsu, merasa tenang dan tenteram.. Ia tidak merasa takut kepada
seseorang atau kepada sesuatupun. Ia hanya menyembah kepad.a Allah yang
Mahakuat, Mahakuasa dan Mahaperkasa. Ia juga tidak  khawatir kehilangan sesuatu dan tidak  juga berambisi terhadap apa saja yang ada pada orang yang tidak berkuasa untuk mencegah atau memberi.
 

Dia
adalah Tuhan Yang Mahaadil dan Mahabijaksana. Kekuatan dan
kekuasaan-Nya merupakan jaminan dari kezaliman, hawa nafsu, dan
merugikan hak orang lain. Ia tidak seperti tuhan-tuhan berhala dan
kejahiliahan dengan bermacam-macam kemauan dan keinginannya. Dengan
demikian, seorang muslim meninggalkan ketuhanan berhala dan
berlindung kepada Allah, pilar yang kokoh, untuk mendapatkan keadilan, perlindungan, dan keamanan. Dia
adalah Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Pemberi nikrnat
dan Pemberi karunia ,Pengampun dosa dan Penerima tobat yang mengabulkan
permohonan doa orang yang memohon kepada-Nya dan menghilangkan duka
deritanya.
Maka,
seorang muslim di bawah naungan Allah merasa aman dan tenang, merasa
selamat dan berhasil, disayangi kalau lemah, dan diampuni kalau
bertobat.
Demikianlah
seorang muslim menjalani kehidupannya bersama sifat sifat Tuhannya yang
dikenalkan oleh Islam kepadanya. Maka’ pada setiap sifat-Nya dia
menemukan sesuatu yang menenangkan hatinya dan menenteramkan jiwanya.
Dia menemukan sesuatu yang menjamin perlindungan, pemeliharaan  kelemah
lembutan, kasih sayang keperkasaan,ketahanan, kemantapan, dan
keselamatan.

Begitulah
Islam melimpahkan ke dalam hati orang muslim pandangan yang benar
mengenai hubungan antara hamba dan Tuhan, antara Sang Pencipta dan alam
semesta, serta antara alam semesta dan manusia . Maka Allah telah
menciptakan alam ini dengan benar serta menciptakan segala sesuatu
padanya dengan ukuran dan hikmah. Manusia diciptakan dengan bertujuan,
tidak dibiarkan sia-sia telah disiapkan untuknya segala keadaan alam
yang sesuai buatnya dan diciptakan pula segala sesuatu di bumi
untuknya.  Manusia adalah makhluk yang mulia dalam pandangan Allah. Dia
adalah khalifah-Nya di muka bumi. Allah senantiasa menolongnya dalam
menjalankan kekalifahannya ini, sedang alam sekitarnya merupakan teman
yang baik baginya, saling merespons antara ruhnya dan ruh semesta,
ketika kedua-duanya menuju kepada Allah-Tuhan Semestaa Alam. Dia diseru
kepada festival Ilahi yang diadakan di langit dan bumi ini agar dia
senang dan gembira . Dia juga diseru untuk saling berlemah-lembut dan
berkasih sayang dengan segala sesuatu dan segala makhluk hidup di alarm
yang besar ini. Yakni, semua yang bersorak-sorai dengan teman-teman
yang sama-sama diseru seperti dia untuk ikut dalam festival ini, dan
sama-sama meramaikannya..
 

 Akidah
yang menghentikan pemiliknya di depan tumbuhan kecil ini dan
membisikkan kepadanya bahwa dia akan mendapatkan pahala kalau mau
menyiramnya ketika ia sedang haus, membantunya unfuk berkembang, dan
menghilangkan semua gangguan dari jalannya, adalah akidah yang indah
lebih dari sekadar akidah yang mulia. Akidah yang menuangkan kedamaian
didalam ruhnya, yang membebaskannya untuk berpelukan mesra dengan
seluruh alam semesta, menebarkan keamanan dan kelembutan di sekitarnya,
kasih sayang dan keselamatan.
 Keyakinan
akan adanya alam akhirat memiliki peranan yang pokok di dalam
mencurahkan keselamatan dan kedamaian ke dalam ruh orang mukmin dan
dunianya. Juga berperanan dalam menghilangkan kegundahan, kebencian,
dan keputusasaan.

Sesungguhnya
perhitungan terakhir bukan di dunia ini dan pembalasan yang sempurna
bukan di alam kehidupan yang sementara ini. Karena sesungguhnya
perhitungan terakhir ada di sana dan keadilan yang mutlak terkandung di
dalam perhitungan ini.
Maka
ia tidak menyesal kalau melakukan kebaikan dan berjihad di jalan Allah,
tetapi belum tampak hasilnya atau belum mendapatkan balasannya. Ia
tidak sedih dan bimbang kalau belum mendapatkan balasan yang sempurna
dibandingkan orang lain dalam kehidupan ini, karena dia akan
mendapatkannya secara sempurna menurut timbangan Allah.
 
Dia
juga tidak berputus asa untuk mendapatkan keadilan apabila di dalam
perjalanan hidup yang pendek ini tidak mendapatkan bagian yang
diinginkannya.
Karena keadilan itu pasti akan terwujud, sedang Allah tidak hendak berbuat zalim kepada hamba -hamba-Nya .Keyakinan
adanya akhirat juga  menjadi penghalang baginya dari melakukan
pertarungan gila-gilaan dan panas yang mengotori tata nilai dan segala
sesuatu yang patut dihormati, dengan tidak merasa berat dan tidak
merasa malu. Maka, di sana ada akhiral di sana juga ada karunia,
kekayaan, dan penggantian terhadap segala sesuatu yang terlepas.

Pandangan
yang demikian ini akan menimbulkan kedamaian dan keselamatan dalam
lapangan perlombaan dan persaingan; tidak merasa paling baik daripada
semua gerak-gerik orang yang ikut perlombaan; dan menganggap enteng
semua perniagaan yang lepas dari perasaan bahwa safu-satunya kesempatan
ialah usia yang pendek dan terbatas ini. Pengetahuan dan kesadaran seorang  mukmin adalah bahwa tujuan keberadaan manusia adalah ibadah karena ia diciptakan untuk beribadah kepada Allah. Hal
ini akan mengangkat derajatnya ke cakrawala yang terang benderang, akan
mengangkat perasaan dan hati nuraninya akan mengangkat
aktivitas-aktivitas dan amalnya dan akan menyucikan semua jalan dan
sarananya. Maka, ibadahlah yang ia kehendaki ketika sedang melakukan
aktivitas dan amalannya, bekerja dan mengeluarkan belanja menjalankan
tugas kekhalifahannya di muka bumi, dan merealisasikan berlakunya
manhaj Allah padanya ,
pantaslah
kalau dia tidak mau berbuat curang dan durhaka tidak mau mengicuh dan
menipu, tidak mau berbuat aniaya dan sewenang-wenang, tidak mau
menggunakan caracara yang kotor dan hina, tidak mau tergesa-gesa dalam
menempuh tahapannya, tidak mau menempuh jalan pintas (menyimpang dari
kebenaran), dan tidak mau mengendarai kesulitan
dalam urusannya.
 

Dia
sangat serius melakukan tujuan ibadahnya dengan niat yang ikhlas dan
beramal serta bekerja secara konstan (terus menerus) dalam batas-batas
kemampuannya. Dengan semua ini, tidaklah berkobar-kobar rasa takut dan
ambisi di dalam jiwanya serta tidak bergoncang jiwanya dalam menempuh
setiap tahapan dalam perjalanannya. Maka dia beribadah dalam setiap
langkahnya, dia mewujudkan tujuan keberadaannya dalam setiap getaran
pikirannya dan dia naik menuju Allah dalam setiap aktivitas serta dalam
semua lapangannya.
 
Perasaan
seorang mukmin selalu berjalan bersama takdir Allah dan selalu
melaksanakan ketaatan kepada Allah untuk mewujudkan apa yang diinginkan
oleh Allah. Perasaan ini akan menuangkan kedalam ruhnya ketenteraman,
kedamaian, dan kemantapan, serta penerang jalannya ” Sehingga mereka
tidak bingung, tidak gundah, dan tidak marah-marah dalam menghadapi
kendala hambatan, dan kesulitan
serta
mereka tidak putus asa dari pertolongan dan bantuan Allah, dan juga
tidak khawatir akan salah tujuan atau tersia-sia balasannya.

Oleh
karena itu, ia merasakan kedamaian didalam jiwanya sehingga ia rela
berperang menghadapi musuh musuh Allah dan musuh-musuhnya.
Sebab,
ia berperang karenaAllah, dijalan Allah, dan untuk menjunjung tinggi
agama Allah. Ia tidak berperang untuk mendapatkan kedudukan, harta
rampasan, memenuhi ambisi, atau untuk mendapatkan kekayaan kehidupan
dunia.
 
Demikian
pula perasaannya bahwa dia berjalan pada sunatullah bersama seluruh
alam ini. Undang-undang alam adalah undang-undangnya iuga arah alam
adalah arahnya juga” (arena itu, tidak berbentuan dan tidak
bertentangan, dan tidak boleh mengeksploitasi alam dengan
sewenang-vvenang.
Seluruh
kekuatan alam adalah untuk kekuatannya dengan cahaya yang mengarahkan
dirinya. Kekuatan alam ini pun menuju kepada Allah bersamanya .
 Tugas-tugas
yang diwajibkan oleh Islam kepada orang muslim semuanya bersumber dari
fitah dan untuk meluruskan fitrah itu, tidak melampaui batas
kemampuannya tidak acuh terhadap tabiat dan kejadian manusia tidak
mengabaikan satupun potensi manusia dengan tidak membebaskannya untuk
beramal, membangun, dan berkembang.
 
Taklif
Islam juga tidak melupakan satu pun kebutuhan jasmani dan rohaninya.
Tidak pula merajalelakannya dalam kemudahan, kebebasan, dan kelaparan.

Oleh
karena itu, ia tidak bingung dan tidak gundah di dalam menghadapi tugas
- tugasnya Ia mengembannya sesuai dengan kemampuannya dan ia berjalan
di jalannya menuju kepada Allah dengan tenang, bahagia dan damai.
 
Masyarakat yang dibangun oleh manhaj Rabbani
ini berada dalam naungan peraturan yang bersumber dari akidah yang
bagus dan mulia ini Mereka berada di bawah jaminan –jaminan yang
meliputi iiwa kehormatan, dan hartabenda .  Semuanya menebarkan
keselamatan dan jiwa kedamaian.
 
 Demikianlah
masyarakat yang saling menyayangi dan saling mencintai, yang saling
berhubungan dengan berjalin berkelindan, saling menjamin, dan saling
setia Inilah tipe masyarakatyang hendak diwujudkan oleh Islam, dalam
bentuknya yang paling
tinggi
dan paling bersih. Kemudian” diwujudkannya dalam aneka macam bentuk
menurut masanya, dengan tingkat-tingkat kejernihan yang berbeda.
Akan
tetapi secara keseluruhan lebih baik daripada masyarakat lain yang
dibentuk oleh kejahiliahan dalam masa lampau ataupun masa sekarang.
Juga lebih baik dari semua masyarakat yang dilumuri oleh kejahiliahan
ini dengan segala pandangan dan tatanan keduniawiannya.
 Inilah
masyarakat yang diikat dengan unsur akidah yang meleburkan semua unsur
kesukuan dan kebangsaan, bahasa dan warna kulit dan semua unsur baru
yang tidak ada hubungannya dengan esensi manusia .

 

no comments yet.



Leave a comment

Names and email addresses are required (email addresses aren't displayed), url's are optional.

Comments may contain the following xhtml tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>