You are looking at posts that were written on April 8, 2008.
You are looking at posts that were written on .
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Feb | Jun » | |||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | |
| 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 |
| 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 |
| 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 |
| 28 | 29 | 30 | ||||
Yang paling menarik perhatian dan paling banyak ditulis oleh para ahli jiwa ialah ciuman dengan lidah.Secara
terperinciditerangkan tentang peranan pentingdari dua pasang bibir dan dua lidah dalam berciuman.Bagian mana yang
memainkan peranan utama tergantung pada selera seseorang.Namun yang lebih menarik perhatian para pakar bukan
kenikmatan dari sebuah ciuman tersebut tetapi,reaksi yang ditimbulkan olehkedua insan yang berciuman.
Para pakar menyebutkan bibir mempunyai kepekaan tujuh kali lebih besar dibanding kulit tubuh.Lidah juga memiliki
kepekaan empat kali lipat dari bibir.Oleh karena itu,ketika melakukan ciuman dengan lidah,tubuh akan bereaksi secara
total.Tekanan darah bertambah cepat,jantung berdetak cepat,dan nafas turun naik.Sebaliknya daya kerja dari indera
pandengaran,penciuman dan penglihatan akan menurun separuh.
Reaksi biologi yang ditimbulkan dari ciuman lidah nampaknya menarik perhatian para dokter.Dikatakan dibalik
kenikmatan dalanm gelora nafsu erotis,ciuman llidah dapat memendekkan umur tiga menit.Boleh percaya atau
tidak,yang jelas para pakar telah mencurahkan perhatian untuk menelitinya dan mengkaji seperti yang pernah dilakukan
di Universitas Baltimore,Amerika Serikat.
Penelitian dimulai dengan menyuruh sepasang muda-mudi berciuman dengan mesra.Kemudian diperiksa denyut nadi
mereka,ketika sedang berciuman.Ternyata,denyut nadi mereka semakin cepat,sekitar 150kali setiap menit,atau dua kali
lipat dari denyut nadi normal.Pada waktu yang sama,jantung memompa darah lebih banyak dari biasanya.Selain
itu,pada saat ciuman telah terjadi perpindahan 9 miligram air,0,7 miligram zat putih telur,0.18 miligram zat organik,0,711
milligram lemak,0,45 miligram garam mineral,serta sekitar 250 jenis bakteri yang masuk kedalam mulut masing-masing.
Hasil penelitian tersebut,menunjukkan bahwa ciuman beresikomenularkan kkuman penyakit.Menurut para pakar yang
meneliti penyakit yang akan terjangkit antara lain;radang hati, keracunan,sakit leher, sakit kulit bibir,alergi yang
disebabkan olehn kosmetik yang dipakai wanita.Akibat lain yang mungkin muncul adalah produksi glukosa yang
berlebihan sehingga menyebabkan timbulnya penyakit diabetes atau kencing manis.Ini berarti jika kita sering
melakukanciuman,besar kemungkinan umur kita akan bertambah pendek.Tapi jika anda tidak bisa menahan keinginan
untuk berciuman,sebaiknya anda berhati-hati.Perhatikanlah jenis ciuman yang anda berikan atau terima.
Sebuah ketukan terdengar dari pintu apartemennya,
Kevin Mitnick membuka pintu dan mendapati lusinan agen
FBI dan penegak hukum lain sudah bersiap untuk
menangkapnya. Ini adalah akhir perjalanan seorang
hacker yang terpaksa buron demi menghindari hukuman
penjara. Hacker yang selama masa buronannya itu telah
mendapatkan status legendaris, bahkan telah tumbuh
menjadi sebuah mitos yang lebih besar dari dirinya
sendiri
Penangkapan yang terjadi pada 1995 itu
menandai awal dari kasus penahanan yang paling
kontroversial terhadap seorang pelaku kejahatan cyber.
Mitnick adalah seorang penyusup pada sistem komputer menjelma
sebagai America’s Most Wanted
Hacker.
Kecanduan
Komputer
Mitnick mudah mempelajari komputer dengan
nongkrong di toko radioshack atau diperpustakaan umum,
keluarganya tidak cukup berduit untuk memiliki komputer sendiri.
Kesukaannya pada komputer berkembang
hingga ia dewasa.
Pada periode 1990-an, Mitnick
mudah sekali keluar masuk sistem komputer. Namun pada
akhir 1980-an ia sebenarnya ingin meninggalkan hobynya
tersebut dan mulai mencari pekerjaan yang sah.
Sayangnya, sebelum ia bisa melakukan itu, pada 1987 ia
tertangkap karena menyusup perusahaan Santa Cruz
Organization, sebuah perusahaan piranti lunak yang
terutama bergerak dibidang sistem operasi Unix. Ketika
itu pengacara mitnik berhasil menurunkan tuduhan
kejahatan menjadi tindakan yang kurang baik, Mitnick
pun hanya di ganjar 3 tahun masa percobaan.
Tidak
sampai setahun Mitnick kembali tersandung kasus hukum.
Gara-garanya seorang teman yang komputernya ia gunakan
untuk membobol komputer lain
melaporkan Mitnick yang berwajib kali itu yang dibobol
Mitnick adalah milik Digital Equipment Corporation.
Setiap kali membobol komputer yang
dilakukan mitnik adalah mengambil code penyusun dari
piranti lunak. Kode itu kemudian dia pelajari dengan
sungguh-sungguh, terkadang menemukan beberapa kelemahan
didalamnya. Dalam sebuah kesempatan Mitnick hanya
mengaku mengambil kode penyusun dari piranti lunak yang
ia sukai atau yang menarik baginya.
Dalam kasus
DEC Mitnick mendapatkan masa tahanan yang lebih berat.
Ketika itu pengacaranya menyebut Mitnick memiliki,
‘kecanduan pada komputer yang tidak
bisa dihentikan’. Ia diganjar 1 tahun
penjara.
Di penjara Mitnick mendapatkan
pengalaman yang buruk. Pada saat itu legenda Kevin
Mitnick atau yang lebih dikenal juga dengan nama
samaran ‘the condor’, sudah semakin membesar.
Reputasinya sebagai seorang
penjahat komputer juga
semakin membumbung melebihi kenyataan. Sipir di Lompoc,
penjara tempat Mitnick berada, mengira Mitnick bisa
menyusup kedalam komputer hanya
dengan berbekal suara dan telepon. Walhasil
Mitnick bukan hanya tidak boleh menggunakan telepon,
ia juga menghabiskan waktu berbulan bulan dalam ruang
isolasi. Tak heran jika kemudian ia dikabarkan
mengalami sedikit gangguan jiwa saat menjalani hukuman
di Lompoc.
Tahun 1989 Mitnick dilepaskan dari
penjara. Ia berusaha mencari pekerjaan yang resmi,
namun statusnya sebagai mantan narapidana membuat
Mitnick sulit mempertahankan pekerjaan. Akhirnya ia
bekerja sebagai
pendulang informasi untuk
kantor penyelidik kantor swasta. Tentunya ini menyeret
Mitnick kembali kepada dalam dunia yang abu-abu dan
hitam. Pada awal 1990-an, Mitnickpun dicari lagi oleh
FBI. Kali ini takut akan masuk ruang isolasi selama
bertahun-tahun, Mitnick memutuskan untuk
kabur.
Hacking The Human
Side
Keahlian Mitnick sebagai hacker
tidak terbatas pada kemapuan teknis belaka. Ia
merupakan pada kemampuan teknis belaka. Ia merupakan
seorang yang memahami betul bahwa keamanan sistem komputer terdiri
dari aspek kebijakan organisasi, sumber daya manusia,
proses yang terlibat serta teknologi yang
digunakan. Seandainya ia seoarang pahlawan super
kemapuannya utama Mitnick adalah seoarang yang
mempraktekan ilmu social engginering alias rekayasa
sosial. Ini adalah sebuah teknik mendapatkan informasi penting,
semisal password, dengan memanfaatkan kelemahan
manusiawi.
Kemampuan Mitnick paling baik
diilustrasikan dalam cerita berikut, cerita yang
dikisahkan Mitnick sendiri pada sebuah forum online
Slasdot.org
"Pada satu kesempatan, saya
ditantang oleh seorang teman untuk mendapatkan nomor
(telepon) Sprint Foncard-nya. Ia mengatakan akan
membelikan makan malam jika saya bisa mendapatkan nomor
itu. Saya tidak akan menolak makan enak, jadi saya
berusahan dengan menghubungi Customer Service dan
perpura-pura sebagai seorang dari bagian teknologi
informasi. Saya tanyakan pada petugas yang menjawab
apakah ia mengalami kesulitan pada sitem yang
digunakan. Ia bilang tidak, saya tanyakan sistem yang
digunakan untuk mengakses data pelanggan, saya
berpura-pura ingin memverifikasi. Ia menyebutkan nama
sistemnya."
"Setelah itu saya kembali
menelepon Costumer Service dan dihubungkan dengan
petugas yang berbeda. Saya bilang bahwa komputer saya rusak
dan saya ingin melihat data seorang pelanggan. Ia
mengatakan data itu sudah berjibun pertanyaan. Siapa
nama anda? Anda kerja buat siapa? Alamat anda dimana?
Yah, seperti itulah. Karena saya kurang riset, saya
mengarang nama dan tempat saja. Gagal. Ia bilang akan
melaporkan telepon telepon ini pada
keamanan."
"Karena saya mencatat
namanya, saya membawa sorang teman dan
memberitahukannya tentang situasi yang terjadi. Saya
meminta teman itu untuk menyamar sebagai
‘penyelidik keamaman’ untuk mencatat laporan
dari petugas Customer Service dan berbicara dengan
petugas tadi. Sebagai ‘penyelidik’ ia
mengatakan menerima laporan adanya orang berusaha
mendapatkan informasi
pribadinya pelanggan. Setelah tanya jawab soal telepon
tadi, ‘penyelidik menyakan apa informasi yang
diminta penelepon tadi. Petugas itu bilang nomor
Foncard. ‘penyelidik’ bertanya, memang berapa
nomornya? Dan petugas itu memberikan nomornya. Oops.
Kasus
selesai"
Buron
Sebaga
i buronan Mitnick berusahan sebisa mungkin untuk tidak
tertangkap. Ia sering berpindah-pindah tempat tinggal
dan selalu menanggalkan berbagai kebiasaan. Berbagai
cara ia lakukan agar tidak terlacak oleh pengejarnya.
Namun ia tidak bisa meninggalkan hobinya mengoprek komputer dan
jaringan Internetnya. Bahkan beberapa keahliannya konon
digunakan untuk mendapatkan identitas
baru.
Legenda Mitnick selama buron dalam kurang
lebih dua tahun, semakin menjadi-jadi ia menjelama
sebagai ‘Ninja Cyber’ yang konon bisa membobol
komputer
Pentagon hanya dengan remote televisi, sebuah rumor
yang melebihi cerita fiksi apapun.
Mengapa
Mitnick, seorang buron dalam kasus pembobolan komputer,
bisa menjadi penjahat yang paling dicari? Ini tak lepas
dari peran media massa. Secara khusus adalah
serangkaian artikel sensasional
dari John Markoff yang dimuat di New York
Times.
Markoff mengutuk Mitnick bagaikan seorang
teroris. Dalam sebuah pernyataan setelah lama
dibebaskan, Mitnick menyebut citra dirinya yang
ditampilkan Markoff bagaikan seoarang teroris yang
berusaha mengendalikan nuklir dunia. "saya
seakan-akan seorang Osama bin Mitnic," ujarnya
bercanda.
Markoff menggambarkan Mitnick sebagai
seorang yang mematikan, tak bisa dihentikan dan layak
menjadi buronan sepuluh besar FBI maupun penegak hukum
lainnya. Artikel
Mafkoff, yang kadang muncul di halaman depan,
menjadikan Mitnick kandidat terkuat proyek percontohan
atas kejahatan cyber. Maka masa depan Mitnick dalam
penjara boleh dibilang sudah dituliskan saati itu
juga.
Selama menjadi buron Mitnick juga terus
menjalankan aksinya. Ia membobol berbagai komputer perusahaan
besar. Termasuk Sun Microsystem. Ia menggunakan, dan
maksutnya disini adalah membobol rekening seorang pada
layanan penyimpanan online untuk menyimpan backup dari
hasil aksinya. Sebenarnya Mitnick tidak bekerja
sendirian namun saat tertangkap ia tak pernah
mengungkapkan siapa saja rekannya.
Salah satu
korban Mitnick adalah T. Shimomura, seorang ahli komputer yang dalam
beberapa tulisan di Internet diragukan kebersihannya.
Ada dugaan bahwa Shimomura juga seorang hacker yang
kerap melakukan perbuatan ilegal. Satu hal yang banyak
disetujui adalah Shimomura memiliki sikap yang arogan
dan nampaknya ingin muncul sebagai pahlawan dalam kisah
perburuan Mintick.
Shimomura, Markoff dan FBI
bahu membahu untuk menangkap sang buronan. Panduan dari
berita
sensasionalnya Mafkoff, kemampuannya hacking Shimomura
dan kekuatan hukum FBI pada akhirnya melacak kediaman
Mitnick.
Seperti biasanya kisah tertangkapnya
seoarang buron, Mitnick melakukan ketledoran. Layanan
penyimpanan yang ia gunakan rupanya memiliki program
otomatis untuk mencek isi file yang disimpan. Pemilik
rekening yang digunakan Mitnick mendapatkan peringatan
dari sistem mengenai kapasitas berlebih. Ini adalah
awal tertangkapnya Mitnick.
Mitnick mengakui
bahwa dirinya ceroboh karena tidak menduga bahwa FBI,
Shimomura, Markoff, dan penyedia layanan telepon
selular melakukan kerja sama yang begitu erat dan
terpadu.
"Operator seluler melakukan
pencarian dalam database penagihan mereka terhadap
dial-up ke layanan Internet Netcom POP. Ini, seperti
bisa diduga, membuat mereka bisa mengidentifikasi area
panggilan dan nomor MIN (mobile identification number)
yang saya gunakan saat itu. Karena saya kerap berganti
nomor, mereka mengawasi panggilan data apapun yang
terjadi di lokasi tersebut. Lalu, dengan alat Cellscope
2000 Shimomura, melacak sinyal telepon saya hingga ke
lokasi yang tepat,"Mitnick menuturkan.
Dua
minggu sebelum tertangkapnya Mitnick baru pindah ke
Raleigh. Lokasi baru membuat kurang waspada dan ia lupa
melacak jalur dial-up yang digunakannnya. Beberapa jam
sebelum tertangkapnya Mitnick baru ada sesuatu yang
terjadi, pelacakan dan pengawasan sedang dilakukan
terhadap jalur yang ia gunakan. Saat ia sedang berusaha
melacak sejauh mana pengawasan telah dilakukan hingga
siapa dilbalik pelacakan tersebut, ia mendengar ketukan
pintu. Mitnick membuka pintu dan berhadapan dengan
lusinan U.S Marshall dan FBI.
Empat
Setengah Tahun Digantung
Setelah
tertangkap Mitnick ditahan tanpa kemungkinan jaminan.
Ia juga tak diajukan untuk pengadilan. Kurang lebih
empat tahun ia habiskan tanpa kepastian. Hal ini
benar-benar membuat Mitnick frustasi.
Selama
dalam penjara FBI ia tak mendapatkan kesempatan dalam
kasusnya. Bahkan Mitnick dan pengacaranya tak bisa
melihat data kasus tersebut karena terdapat di laptop dan akses laptop bagi Mitnick
dianggap membahayakan. Mitnick dituding bisa membuat
misil meluncur hanya berbekal laptop atau
telepon. Larangn itu tetap berlaku meskipun
pengacaranya menggunakan laptop tanpa modem
dan kemampuan jaringan apapun.
Mitnick pada
akhirnya dituding menyebabkan kerugian hingga ratusan
juta dollar kerugian yang menurut Mitnick tidak benar,
karena perusahaan yang konon dirugikan bahkan tidak
melaporkan kerugian tersebut dalam laporan tahunan
mereka.
Kesepakatan akhir bagi Mitnick adalah
pengakuan bersalah. Bersalah dalam kasus pembobolan komputer dan
penyadapan jalur telepon. Mitnick menyerah dan
mengikuti itu, dengan imbalan 4 tahun tahun lebih
waktunya dalam penjara diperhitungkan sebagai mas
tahanan. Total Mitnick dihukum adalah 5 tahun dipenjara
, 4 tahun dalam tahanan yang terkatung-katung dan 1
tahun lagi sisanya.
Ia dibebaskan pada tahun 2000
dengan syarat tak boleh menyentuh komputer atau
telepon. Pada tahun 2002 baru ia boleh menggunakan komputer tapi tidak
yang tersambung ke Internet. Baru tahun 2003 ia
menggunakan Internet lagi untuk pertama
kalinya.
Sejak dibebaskan Mitnic berusaha untuk
memperbaiki hidupnya. Ia menuliskan dua buku mengenai
hacking, selain itu ia juga mendirikan perusahaan
konsultan keamanan sendiri. "Hacker adalah
satu-satunya kejahatan yang keahliannya bisa digunakan
lagi untuk sesuatu yang etis. Saya tidak pernah melihat
itu dibidang lain, misal perampokan etis," tutur
Mitnick.

Ledakan baterai gadget kembali jadi gunjingan
hangat. Jika tahun lalu baterai laptop yang bikin
heboh, sekarang giliran baterai ponsel. Bagaimana
sebuah baterai seukuran kotak korek api bisa meledak
layaknya sebuah bom?
Sebagian besar
gadget modern termasuk ponsel menggunakan baterai
lithium ion. Dijuluki baterai lithium ion karena tenaga
baterai ini berasal dari aliran ion-ion lithium
(Li+) di dalam larutan elektrolit. Sewaktu baterai
kita charge, ion lithium mengalir dari katoda (kutub
positif) ke anoda (kutub negatif). Sebaliknya, ion
lithium mengalir dari anoda ke katoda ketika baterai
bekerja.
Elektrolit, anoda, dan katoda
dikemas dalam sebuah kontainer bertekanan. Selapis
separator memisahkan anoda dan katoda agar keduanya
tidak saling bersinggungan. Separator itu terbuat dari
plastik super tipis dengan lubang-lubang mikro yang
hanya cukup dilewati ion lithium. Nah, masalahnya
bermula ketika baterai diproduksi di pabrik. Ada
kotoran berupa butir-butir logam yang masuk ke larutan
elektrolit. Tidak banyak memang, tetapi bisa
menyebabkan malapetaka. Cerita lengkapnya
begini.
Pada saat charging, suhu baterai
bertambah. Butiran logam akan berlarian kesana kesini,
mirip dengan butiran beras dalam air yang diaduk. Jika
berada di dekat separator, butir-butir logam itu bisa
merobek separator. Alhasil, terjadilah hubungan pendek
alias korsleting antara anoda dan katoda. Peristiwa
selanjutnya mudah ditebak.
Korsleting
membuat arus listrik mengalir sangat cepat. Suhu dan
tekanan di dalam baterai akan meningkat drastis.
Ledakan pun tak terhindarkan. Korsleting juga sanggup
memercikkan bunga api layaknya pemantik. Kontan saja
garam lithium yang memang mudah terbakar itu menyala
hebat. Bayangkan saja, energi yang bisa membuat ponsel
menyala berhari-hari itu lepas dalam
sekejap.
Baterai lithium ion sekarang mesti
bekerja lebih berat. Kapasitasnya dituntut makin besar,
tapi ukurannya tidak boleh menggembung. Mau tak mau,
pabrik baterai memakai separator yang lebih tipis dan
lebih mudah bocor.
Beberapa pabrik baterai
non-standar nekad menghilangkan pemutus arus demi
menekan harga. Tanpa alat kecil itu, baterai tetap
teraliri arus meski sudah terisi penuh. Terjadilah apa
yang disebut overheat atau panas berlebih. Jika sudah
begitu, baterai pun berpotensi meledak tiba-tiba.
Booom.
Gambar 1. Jeroan baterai lithium ion.
Lembaran anoda dan katoda digulung dengan selapis
separator di tengah-tengah. Semuanya dimasukkan dalam
wadah berisi elektrolit yang dilengkapi ventilasi serta
cincin anti bocor. 
Gambar 2. Reaksi kimia membuat ion-ion lithium
(Li+) berpindah dari anoda ke katoda. Akibatnya
elektron mengalir dari anoda dan katoda sebagai arus
listrik. Sewaktu di-charge, ion-ion itu dipulangkan ke
katoda dengan cara memberi tegangan listrik di
katoda.

Gambar 3. Butir-butir
logam yang masuk ke elektolit saat baterai diproduksi
bisa merobek separator, lalu membuat anoda dan katoda
terhubung pendek (korsleting). Korslet juga terjadi
jika butiran logam menumpuk di anoda atau katoda.
