You are looking at posts that were written in the month of April in the year 2008.
You are looking at posts that were written in the month of April in the year 2008.
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Feb | Jun » | |||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | |
| 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 |
| 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 |
| 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 |
| 28 | 29 | 30 | ||||
BAHASA menunjukkan cerminan pribadi seseorang. Karakter, watak, atau pribadi seseorang dapat diidentifikasi dari perkataan yang ia ucapkan. Penggunaan bahasa yang lemah lembut, sopan, santun, sistematis, teratur, jelas, dan lugas mencerminkan pribadi penuturnya berbudi. Sebaliknya, melalui penggunaan bahasa yang sarkasme, menghujat, memaki, memfitnah, mendiskreditkan, memprovokasi, mengejek, atau melecehkan, akan mencitrakan pribadi yang tak berbudi.
Tepatlah bunyi peribahasa, "bahasa menunjukkan bangsa". Bagaimanakah sebenarnya tingkat peradaban dan jati diri bangsa tersebut? Apakah ia termasuk bangsa yang ramah, bersahabat, santun, damai, dan menyenangkan? Ataukah sebaliknya, ia termasuk bangsa yang senang menebar bibit-bibit kebencian, menebar permusuhan, suka menyakiti, bersikap arogan, dan suka menang sendiri.
Bahasa memang memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional. Begitu pentingnya bahasa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sehingga perlu suatu kebijakan yang berimplikasi pada pembinaan dan pembelajaran di lembaga pendidikan. Salah satu bentuk pembinaan yang dianggap paling strategis adalah pembelajaran bahasa Indonesia, bahasa Sunda, bahasa Jawa, dan bahasa lainnya di sekolah. Dalam KTSP, bahasa Indonesia termasuk dalam kelompok mata pelajaran estetika. Kelompok ini juga merupakan salah satu penyangga dari kelompok agama dan akhlak mulia. Ruang lingkup akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral.
Kelompok mata pelajaran estetika sendiri bertujuan untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekspresikan dan mengapresiasi keindahan dan harmoni. Kemampuan itu mencakup apresiasi dan ekspresi, baik dalam kehidupan individual sehingga mampu menikmati dan mesyukuri hidup, maupun dalam kehidupan kemasyarakatan sehingga mampu menciptakan kebersamaan yang harmonis.
Tujuan rumpun estetika tersebut dijabarkan dalam pembelajaran bahasa Indonesia yang bertujuan agar peserta didiknya memiliki kemampuan antara lain (1) berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulis dan (2) menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual, serta kematangan emosional dan sosial. Tujuan tersebut dilakukan dalam aspek mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis.
Pelajaran bahasa Indonesia telah eksis sejak dulu dari tingkat SD sampai PT. Di SD pelajaran ini mulai diberikan di kelas IV-VI, alokasinya 5 jam per minggu atau 15,63% dari total alokasi jam pembelajaran, SMP 4 jam atau 12,5%, di SMA kelas XI 4 jam atau 10,53%, kelas XI dan XII 4 jam atau 7,69%. Alokasi itu diperkuat lagi dengan pelajaran bahasa Sunda sebanyak 2 jam setiap minggunya. Di PT, bahasa Indonesia termasuk dalam MKDU, minimal 2 SKS. Ini menunjukkan bahwa kedudukannya dalam kurikulum pendidikan formal begitu utama dan strategis.
Ironisnya, eksistensi dan besarnya alokasi jam pelajaran bahasa Indonesia di sekolah saat ini belum memberikan kontribusi dan korelasi yang berarti terhadap tumbuhnya kesadaran penggunaan bahasa secara verbal yang lemah lembut, santun, sopan, sistematis, teratur, mudah dipahami, dan lugas. Pelajaran tersebut harus diakui belum mampu membangun nilai-nilai estetika dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini mungkin salah satunya disebabkan pembelajarannya masih bersifat kurang komunikatif, dikotomis, artifisial, verbalistis, dan kognitif.
Kegagalan menanamkan pendidikan nilai melalui pembelajaran bahasa Indonesia ini tercermin pada perilaku berbahasa yang tidak mengindahkan nilai-nilai sopan santun. Kegagalan ini sedikit banyak telah memberi andil pada terjadinya tindak kekerasaan di masyarakat, perseteruan di tingkat elite, dan ikut memengaruhi terjadinya pelecehan terhadap nilai-nilai luhur yang dihormati bersama.
Menurut pakar bahasa, I. Pratama Baryadi dari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, terdapat korelasi antara bahasa sebagai lambang yang memiliki fungsi utama sebagai alat komunikasi antarmanusia dengan kekerasan yang merupakan perilaku manusia yang hegemonik-destruktif.
Dua korelasi itu, pertama, bahwa bahasa dapat digunakan sebagai alat untuk melakukan kekerasan sehingga menimbulkan salah satu jenis kekerasan yang disebut kekerasan verbal. Wujudnya terlihat dalam tindak tutur seperti memaki, membentuk, mengancam, menjelek-jelekkan, mengusir, memfitnah, menyudutkan, mendiskriminasikan, mengintimidasi, menakut-nakuti, memaksa, menghasut, membuat orang malu, menghina, dan lain sebagainya.
Kedua, bahasa yang tidak digunakan sesuai dengan fungsinya akan menjadi pemicu timbulnya kekerasan. Fungsi hakiki bahasa adalah alat komunikasi, alat bekerja sama, dan pewujud nilai-nilai persatuan bagi para pemakainya. Dalam teori percakapan, ada dua prinsip penggunaan bahasa yang wajar-alamiah, yaitu prinsip kerja sama dan prinsip kesopanan.
Prinsip kerja sama menganjurkan agar komunikasi verbal dilakukan dengan bentuk yang lugas, jelas, isinya benar, dan relevan dengan konteksnya. Prinsip kesopanan menganjurkan agar komunikasi verbal dilakukan dengan sopan, yaitu bijaksana, mudah diterima, murah hati, rendah hati, cocok, dan simpatik.
Sejalan dengan itu, dalam ajaran Islam ada yang disebut dengan dosa lisan. Dalam Q.S. Al Qalam [68]: 10-11), "Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi menghina. Yang banyak mencela, yang kian kemari menghambur fitnah". Larangan itu dipertegas lagi oleh dua hadis Nabi saw. yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Hadis pertama berbunyi, "Orang yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, hendaknya berkata baik. Atau, (jika tidak bisa) lebih baik diam". Bunyi hadis kedua, "Orang yang disebut Muslim adalah orang yang bisa menjaga tangannya dan lisannya (dari menyakiti Muslim lain)". Begitulah ajaran agama mengatur etika dan anjuran berbahasa dengan baik dalam lehidupan.
Anjuran tersebut juga relevan dengan pepatah lama yang menyebutkan lidah atau lisan bagaikan pedang. Jika lisan telah mengibaskan ketajaman mata pedangnya di hati, rasa sakit dan lukanya akan berbekas untuk waktu yang lama. Penyimpangan (deviasi) prinsip-prinsip tersebut dapatlah memicu timbulnya kekerasan. Sebagai contoh, berbicara kasar, berbicara saja tanpa tindakan, berbicara bohong, berbicara dengan keras, tidak jelas, menyakitkan, menyinggung perasaan, merendahkan orang lain, dan tidak transparan.
Dalam praktik sehari-hari, perilaku berbahasa yang tidak mengindahkan nilai-nilai dan hakikat fungsi bahasa seperti itu semakin banyak ditemukan di masyarakat kita saat ini. Perilaku yang tidak terpuji ini ironisnya banyak dilakukan di alam reformasi. Apakah ini merupakan cerminan dari euforia demokrasi yang kebablasan. Entah apa. Perilaku berbahasa yang buruk itu dilakukan oleh semua lapisan: golongan bawah, golongan menengah, bahkan elite politik negeri ini. Sindir-menyindir, saling menghujat, provokasi, dan saling mengancam tidak asing terdengar keluar dari mulut para pemimpin.
"Mulutmu harimaumu", itu kata pepatah yang masih tetap relevan. Akibat dari penggunaan bahasa yang tidak terpuji itu kini masyarakat dan elite politik mudah sekali bermusuhan, melakukan tindak anarkis, merusak, dan lain sebagainya.Pendek kata, negeri ini sangat rentan dan rawan dengan konflik-konflik, friksi-friksi, perkelahian, pembunuhan, dan perusakan yang tak berkesudahan.
Dalam rangka reformasi pendidikan, selayaknyalah dipikirkan juga bagaimana sekolah dapat berperan agar anak didik khususnya, dan masyarakat pada umumnya tidak berbahasa untuk melakukan tindakan kekerasan dan tidak memicu kekerasan. Hendaknya anak didik berbahasa Indonesia yang sopan dan beradab, yang berfungsi memelihara serta membangun kerja sama kerukunan.
Beberapa hal yang dapat dipikirkan yaitu pertama, sekolah hendaknya memberi penghargaan yang wajar pada bahasa dan budaya. Kedua, pelajaran bahasa menggunakan pendekatan komunikatif tetap menekankan perlunya kesopanan berbahasa. Ketiga, semua warga sekolah dikondisikan dan disiplinkan untuk berbahasa dengan sopan.
Tentang berhasa yang sopan ini, sangat selaras dengan sabda Rasul yang mulia, "Tidaklah seharusnya orang menyuruh yang makruf da mencegah yang mungkar, kecuali memiliki tiga sifat, yakni lemah lembut dalam menyuruh dan melarang (mencegah), mengerti apa yang harus dilarang, dan adil terhadap apa yang harus dilarang".
Berdemonstrasi menyampaikan tuntutan dan aspirasinya adalah hak setiap orang yang mesti diperjuangkan. Namun penyampaian itu hendaknya disampaikan secara beretika. Aksi-aksi jangan seakan membenarkan atau melegalkan kata-kata sekasar apa pun dilontarkan di depan publik. Stoplah sudah kata-kata yang mengumbar bibit-bibit kebencian, membakar amarah, memancing emosi, mendorong anarkisme, dan menebar provokasi. Hentikan kata-kata yang hanya memancing kericuhan dan bentrokan fisik dengan aparat atau pihak lain. Demikian juga dengan para pemimpin bangsa, hendaknya menjunjung etika berbahasa. Perilaku berbahasa pemimpin bangsa dan elite politik yang kerap menimbulkan perseteruan telah berpengaruh besar pada kehidupan masyarakat di level akar rumput. Semua itu hanya menghabiskan energi dan membuat rakyat semakin menderita.
Momentum Idulfitri yang melambangkan kesucian hati dan peringatan Bulan Bahasa yang dilakukan tiap bulan Oktober ini seyogianya dapat menggugah kesadaran berbahasa dengan sopan dan santun. Bagi dunia pendidikan, pembelajaran bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa lainnya diharapkan mampu menginternalisaikan dan mengartikulasikan nilai-nilai etika berbahasa dalam perilaku verbal kita sehari-hari. Pusat Bahasa yang berotoritas membina dan mengembangkan bahasa hendaknya lebih berperan nyata lagi dalam mendorong masyarakat menggunakan bahasa Indonesia yang santun. Lembaga ini jangan hanya berkutat pada riset-riset dan pembakuan bahasa yang hanya menjadi "menara gading" bagi masyarakatnya.
Karena bahasa mencerminkan pencitraan pribadi, jati diri bangsa, dan keselamatan hidupnya, sejatinya pemimpin bangsa, elite politik, masyarakat, dan setiap diri berupaya menggunakan bahasa dengan sopan, santun, dan beradab. Wallahu a’lam.***
Jika usia kita 20 tahun, lebih kurang 6 atau 7 tahun sudah kita didera kegelisahan. Jika ejawantah rasa gelisah itu beraneka, maka memang ianya kembali pada masing-masing pribadi kita. Selalu ada pilihan. Dan konsekuensi dari pilihan adalah tanggung jawab yang akan dipertanyakan. Ada kala sang gelisah menjadi kegenitan yang kita nikmati. Ada kala menjadi ketertekanan jiwa yang tak menghasilkan apa-apa. Atau menjadi motivasi 'amal yang luar biasa saat terampil mengelola. Tetapi bagaimanapun, seperti kata Imam Ahmad, jika seorang pemuda tak berkeinginan untuk segera menikah, hanya ada dua kemungkinannya. Yaitu �diragukan�, atau banyak berma'shiat. Ada yang bersikukuh menunggu usia 25. Sunnah Rasul katanya. Padahal Muhammad menjadi Rasul di usia 40, bukan sebelum 25. Mungkin lebih tepat sunnah Muhammad namanya. Dan sunnah Rasul tentunya justru berbunyi: �Wahai sekalian pemuda, siapapun di antara kalian berkemampuan dalam ba'ah, maka hendaklah ia menikah. Sungguh ia, lebih tunduk bagi pandangan dan lebih suci bagi kemaluan. Dan barangsiapa belum berkemampuan, maka hendaklah ia berpuasa. Sungguh puasa itu benteng baginya.� (HR Al Bukhari dan Muslim) Tak berkait dengan angka. Begitulah kita memaknai �usia pernikahan�. Tetapi, kata Ustadz Mohammad Fauzil 'Adhim, kata-kata �Dan barangsiapa belum berkemampuan� berarti pengecualian. Dan pengecualian berarti sangat sedikit. Maka jika 'Ali menikah di usia 18, Usamah ibn Zaid 17 tahun, berapa tahun lagi kita harus menunggu? Betapa tinggi biaya sosial atas banyaknya pembujang. Biaya untuk kegelisahan-kegelisahan. Biaya untuk pemborosan-pemborosan yang nir pertanggungjawaban. Maka, jika Allah mendeklarasikan akan memperkaya orang yang menikah di Surah An Nuur ayat 32, maka benarlah nikah adalah separuh agama, soal yakin tidak kepada Allah Ar Razzaqul Wahhab. �Jika seorang hamba menikah, maka menjadi sempurnalah setengah agamanya. Maka hendaklah ia bertaqwa kepada Allah pada setengah yang lainnya.� (HR Al Hakim dan Ath Thabrani, dari Anas ibn Malik. Al Albani berkata: hasan) Jika menikah mengeliminasi kegelisahan-kegelisahan kita yang terakumulasi selama 6, 7, 8, atau 10 tahun, menggantinya dengan kelengkapan separuh agama, maka benarlah kiranya: HILANG SATU KEKHAWATIRAN!
Al Baqarah 208-209
Hai
orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara
keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan.
Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.Tetapi
jika kamu menyimpang (dari jalan Allah) sesudah datang kepadamu
bukti-bukti kebenaran, maka ketahuilah, bahwasanya Allah Maha Perkasa
lagi Maha Bijaksana. ( al- Baqarah : 208-209 ).
Inilah
seruan kepada kaum mukminin dengan menyebut iman. Yaitu, sifat atau
identitas yang paling mereka sukai, yang membedakan mereka dari orang
lain dan menjadikan mereka unik serta menghubungkan mereka dengan Allah
yang menyeru mereka itu. Seruan kepada orang orang beriman unfuk masuk
Islam secara total’ Pemahaman
pertama terhadap seruan ini ialah orang-orang mukmin harus menyerahkan
diri secara total kepada Allah, dalam urusan yang kecil maupun yg
besar. Hendaklah mereka menyerahkan diri dengan sebenar-benarnya secara keseluruhan, baik mengenai
tashawur,’persepsi, pandangan’, pemikiran’ maupun perasaan, niat maupun
amal’,kesenangan maupun ketakutan; dengan tunduk dan patuh kepada
Allah, dan ridha kepada hukum dan qadha-Nya, tak tersisa sedikit pun
dari semua ini untuk selain Allah. Pasrah yang disertai dengan ketaatan
yang mantap, tenang, dan ridha. Menyerah kepada tangan (kekuasaan) yang
menuntun langkah-langkahnya. Mereka percaya bahwa “tangan” itu
menginginkan bagi mereka kebaikan, ketulusan’ dan kelurusan .
Mereka merasa tenang dan tenteram menempuh jalan itu ketika berangkat dan kembali di duniaataupun diakhirat .Arahan dakwah kepada orang-orang yang beriman ini juga mengisyaratkan bahwa di sana terdapat jiwa-jiwa (manusla) yang senantiasa memberontak dengan keragu-raguan untuk melakukan ketaatan yang mutlak baik secara sembunyi maupun terang-terangan Ini
adalah hal yang biasa terdapat di dalam kelompok masyarakat, di samping
itu ada jiwa-jiwa yang tenang, percaya kepada Allah, dan ridha’ Ini
adalah seruan yang setiap waktu ditujukan kepada orang-orang yang beriman agar
mereka menjadi suci dan bersih, tulus dan ikhlas, dan sesuai getaran
getaran jiwa dan arah perasaannya dengan apa yang dikehendaki Allah
bagi mereka dan juga agar sesuai dengan tuntutan nabi dan agama mereka dengan tanpa keraguan dan kebimbangan serta kegamangan. Ketika
seorang muslim mematuhi ini dengan sebenar-benarnya berarti ia telah
masuk ke alam kedamaian secara menyeluruh dan ke alam keselamatan
secara total. Alam yang penuh kemantapan dan ketenangan, penuh
keridhaan dan kemantapan tidak ada kebingungan dan kegoncangan, tidak
ada kelinglungan dan kesesatan.
Damai
dengan segala yang ada dan segala yang maujud’. Kedamaian yang
berseri-seri dalam lubuk hati. Kedamaian yang membayang-bayangi
kehidupan dan masyarakat ” kesejahteraan dan keselamatan di bumi dan
langit .Keselamatan
dan kedamaian yang pertama kali melimpah ke dalam hati melimpah dari
tashaawwur-nya yang benar terhadap Allah Tuharnya memancar dari
keindahan dan kelapangan tashawwurnya ini .Sesungguhnya,
Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa yang kepada-Nya orang muslim
menghadapkan arahnya dengan hati yang mantap. Maka jalannya kepada Nya
tidak bercerai-berai, penghadapannya kepada Nva tidak berbilang
(melainkan cuma satu) dan tidak diombang-ambingkan oleh tuhan ini dan
tuhan itu ke sana ke mari sebagaimana ketuhanan berhala dalam jahiliah.
Yang ada hanya satuTuhan tempat ia menghadap dengan penuh keyakinan dan
kemantapan, dengan terang dan jelas. Dia ( Allah) adalah Tuhan Yang
Mahakuat, Mahakuasa dan Mahaperkasa , Apabila seorang muslim menghadap
kepada-Nya berarti ia menghadap kepada kekuatan yang sebenarnya yang
cuma satu-satunya di alam semesta ini. Ia merasa aman dari semua
kekuatan palsu, merasa tenang dan tenteram.. Ia tidak merasa takut kepada
seseorang atau kepada sesuatupun. Ia hanya menyembah kepad.a Allah yang
Mahakuat, Mahakuasa dan Mahaperkasa. Ia juga tidak khawatir kehilangan sesuatu dan tidak juga berambisi terhadap apa saja yang ada pada orang yang tidak berkuasa untuk mencegah atau memberi.
Dia
adalah Tuhan Yang Mahaadil dan Mahabijaksana. Kekuatan dan
kekuasaan-Nya merupakan jaminan dari kezaliman, hawa nafsu, dan
merugikan hak orang lain. Ia tidak seperti tuhan-tuhan berhala dan
kejahiliahan dengan bermacam-macam kemauan dan keinginannya. Dengan
demikian, seorang muslim meninggalkan ketuhanan berhala dan berlindung kepada Allah, pilar yang kokoh, untuk mendapatkan keadilan, perlindungan, dan keamanan. Dia
adalah Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Pemberi nikrnat
dan Pemberi karunia ,Pengampun dosa dan Penerima tobat yang mengabulkan
permohonan doa orang yang memohon kepada-Nya dan menghilangkan duka
deritanya. Maka,
seorang muslim di bawah naungan Allah merasa aman dan tenang, merasa
selamat dan berhasil, disayangi kalau lemah, dan diampuni kalau
bertobat. Demikianlah
seorang muslim menjalani kehidupannya bersama sifat sifat Tuhannya yang
dikenalkan oleh Islam kepadanya. Maka’ pada setiap sifat-Nya dia
menemukan sesuatu yang menenangkan hatinya dan menenteramkan jiwanya.
Dia menemukan sesuatu yang menjamin perlindungan, pemeliharaan kelemah
lembutan, kasih sayang keperkasaan,ketahanan, kemantapan, dan
keselamatan.
Begitulah
Islam melimpahkan ke dalam hati orang muslim pandangan yang benar
mengenai hubungan antara hamba dan Tuhan, antara Sang Pencipta dan alam
semesta, serta antara alam semesta dan manusia . Maka Allah telah
menciptakan alam ini dengan benar serta menciptakan segala sesuatu
padanya dengan ukuran dan hikmah. Manusia diciptakan dengan bertujuan,
tidak dibiarkan sia-sia telah disiapkan untuknya segala keadaan alam
yang sesuai buatnya dan diciptakan pula segala sesuatu di bumi
untuknya. Manusia adalah makhluk yang mulia dalam pandangan Allah. Dia
adalah khalifah-Nya di muka bumi. Allah senantiasa menolongnya dalam
menjalankan kekalifahannya ini, sedang alam sekitarnya merupakan teman
yang baik baginya, saling merespons antara ruhnya dan ruh semesta,
ketika kedua-duanya menuju kepada Allah-Tuhan Semestaa Alam. Dia diseru
kepada festival Ilahi yang diadakan di langit dan bumi ini agar dia
senang dan gembira . Dia juga diseru untuk saling berlemah-lembut dan
berkasih sayang dengan segala sesuatu dan segala makhluk hidup di alarm
yang besar ini. Yakni, semua yang bersorak-sorai dengan teman-teman
yang sama-sama diseru seperti dia untuk ikut dalam festival ini, dan
sama-sama meramaikannya..
Akidah
yang menghentikan pemiliknya di depan tumbuhan kecil ini dan
membisikkan kepadanya bahwa dia akan mendapatkan pahala kalau mau
menyiramnya ketika ia sedang haus, membantunya unfuk berkembang, dan
menghilangkan semua gangguan dari jalannya, adalah akidah yang indah
lebih dari sekadar akidah yang mulia. Akidah yang menuangkan kedamaian
didalam ruhnya, yang membebaskannya untuk berpelukan mesra dengan
seluruh alam semesta, menebarkan keamanan dan kelembutan di sekitarnya,
kasih sayang dan keselamatan. Keyakinan
akan adanya alam akhirat memiliki peranan yang pokok di dalam
mencurahkan keselamatan dan kedamaian ke dalam ruh orang mukmin dan
dunianya. Juga berperanan dalam menghilangkan kegundahan, kebencian,
dan keputusasaan.
Sesungguhnya
perhitungan terakhir bukan di dunia ini dan pembalasan yang sempurna
bukan di alam kehidupan yang sementara ini. Karena sesungguhnya
perhitungan terakhir ada di sana dan keadilan yang mutlak terkandung di
dalam perhitungan ini. Maka
ia tidak menyesal kalau melakukan kebaikan dan berjihad di jalan Allah,
tetapi belum tampak hasilnya atau belum mendapatkan balasannya. Ia
tidak sedih dan bimbang kalau belum mendapatkan balasan yang sempurna
dibandingkan orang lain dalam kehidupan ini, karena dia akan
mendapatkannya secara sempurna menurut timbangan Allah. Dia
juga tidak berputus asa untuk mendapatkan keadilan apabila di dalam
perjalanan hidup yang pendek ini tidak mendapatkan bagian yang
diinginkannya. Karena keadilan itu pasti akan terwujud, sedang Allah tidak hendak berbuat zalim kepada hamba -hamba-Nya .Keyakinan
adanya akhirat juga menjadi penghalang baginya dari melakukan
pertarungan gila-gilaan dan panas yang mengotori tata nilai dan segala
sesuatu yang patut dihormati, dengan tidak merasa berat dan tidak
merasa malu. Maka, di sana ada akhiral di sana juga ada karunia,
kekayaan, dan penggantian terhadap segala sesuatu yang terlepas.
Pandangan
yang demikian ini akan menimbulkan kedamaian dan keselamatan dalam
lapangan perlombaan dan persaingan; tidak merasa paling baik daripada
semua gerak-gerik orang yang ikut perlombaan; dan menganggap enteng
semua perniagaan yang lepas dari perasaan bahwa safu-satunya kesempatan
ialah usia yang pendek dan terbatas ini. Pengetahuan dan kesadaran seorang mukmin adalah bahwa tujuan keberadaan manusia adalah ibadah karena ia diciptakan untuk beribadah kepada Allah. Hal
ini akan mengangkat derajatnya ke cakrawala yang terang benderang, akan
mengangkat perasaan dan hati nuraninya akan mengangkat
aktivitas-aktivitas dan amalnya dan akan menyucikan semua jalan dan
sarananya. Maka, ibadahlah yang ia kehendaki ketika sedang melakukan
aktivitas dan amalannya, bekerja dan mengeluarkan belanja menjalankan
tugas kekhalifahannya di muka bumi, dan merealisasikan berlakunya
manhaj Allah padanya , pantaslah
kalau dia tidak mau berbuat curang dan durhaka tidak mau mengicuh dan
menipu, tidak mau berbuat aniaya dan sewenang-wenang, tidak mau
menggunakan caracara yang kotor dan hina, tidak mau tergesa-gesa dalam
menempuh tahapannya, tidak mau menempuh jalan pintas (menyimpang dari
kebenaran), dan tidak mau mengendarai kesulitan dalam urusannya.
Dia
sangat serius melakukan tujuan ibadahnya dengan niat yang ikhlas dan
beramal serta bekerja secara konstan (terus menerus) dalam batas-batas
kemampuannya. Dengan semua ini, tidaklah berkobar-kobar rasa takut dan
ambisi di dalam jiwanya serta tidak bergoncang jiwanya dalam menempuh
setiap tahapan dalam perjalanannya. Maka dia beribadah dalam setiap
langkahnya, dia mewujudkan tujuan keberadaannya dalam setiap getaran
pikirannya dan dia naik menuju Allah dalam setiap aktivitas serta dalam
semua lapangannya. Perasaan
seorang mukmin selalu berjalan bersama takdir Allah dan selalu
melaksanakan ketaatan kepada Allah untuk mewujudkan apa yang diinginkan
oleh Allah. Perasaan ini akan menuangkan kedalam ruhnya ketenteraman,
kedamaian, dan kemantapan, serta penerang jalannya ” Sehingga mereka
tidak bingung, tidak gundah, dan tidak marah-marah dalam menghadapi
kendala hambatan, dan kesulitan serta
mereka tidak putus asa dari pertolongan dan bantuan Allah, dan juga
tidak khawatir akan salah tujuan atau tersia-sia balasannya.
Oleh
karena itu, ia merasakan kedamaian didalam jiwanya sehingga ia rela
berperang menghadapi musuh musuh Allah dan musuh-musuhnya. Sebab,
ia berperang karenaAllah, dijalan Allah, dan untuk menjunjung tinggi
agama Allah. Ia tidak berperang untuk mendapatkan kedudukan, harta
rampasan, memenuhi ambisi, atau untuk mendapatkan kekayaan kehidupan
dunia. Demikian
pula perasaannya bahwa dia berjalan pada sunatullah bersama seluruh
alam ini. Undang-undang alam adalah undang-undangnya iuga arah alam
adalah arahnya juga” (arena itu, tidak berbentuan dan tidak
bertentangan, dan tidak boleh mengeksploitasi alam dengan
sewenang-vvenang. Seluruh
kekuatan alam adalah untuk kekuatannya dengan cahaya yang mengarahkan
dirinya. Kekuatan alam ini pun menuju kepada Allah bersamanya . Tugas-tugas
yang diwajibkan oleh Islam kepada orang muslim semuanya bersumber dari
fitah dan untuk meluruskan fitrah itu, tidak melampaui batas
kemampuannya tidak acuh terhadap tabiat dan kejadian manusia tidak
mengabaikan satupun potensi manusia dengan tidak membebaskannya untuk
beramal, membangun, dan berkembang. Taklif
Islam juga tidak melupakan satu pun kebutuhan jasmani dan rohaninya.
Tidak pula merajalelakannya dalam kemudahan, kebebasan, dan kelaparan.
Oleh
karena itu, ia tidak bingung dan tidak gundah di dalam menghadapi tugas
- tugasnya Ia mengembannya sesuai dengan kemampuannya dan ia berjalan
di jalannya menuju kepada Allah dengan tenang, bahagia dan damai. Masyarakat yang dibangun oleh manhaj Rabbani
ini berada dalam naungan peraturan yang bersumber dari akidah yang
bagus dan mulia ini Mereka berada di bawah jaminan –jaminan yang
meliputi iiwa kehormatan, dan hartabenda . Semuanya menebarkan
keselamatan dan jiwa kedamaian. Demikianlah
masyarakat yang saling menyayangi dan saling mencintai, yang saling
berhubungan dengan berjalin berkelindan, saling menjamin, dan saling
setia Inilah tipe masyarakatyang hendak diwujudkan oleh Islam, dalam
bentuknya yang palingtinggi
dan paling bersih. Kemudian” diwujudkannya dalam aneka macam bentuk
menurut masanya, dengan tingkat-tingkat kejernihan yang berbeda. Akan
tetapi secara keseluruhan lebih baik daripada masyarakat lain yang
dibentuk oleh kejahiliahan dalam masa lampau ataupun masa sekarang.
Juga lebih baik dari semua masyarakat yang dilumuri oleh kejahiliahan
ini dengan segala pandangan dan tatanan keduniawiannya. Inilah
masyarakat yang diikat dengan unsur akidah yang meleburkan semua unsur
kesukuan dan kebangsaan, bahasa dan warna kulit dan semua unsur baru
yang tidak ada hubungannya dengan esensi manusia .
Aunuril Laily Khakim…..
Kepadamu aku telah jatuh cinta secara sempurna,
meski hanya satu lirikan matamu,
sendi-sendiku terasa lepas satu-persatu,
karena satu lirikanmu…..berharga…..seribu ciuman
di kening!!
hanya saja, itu jugakah yang engkau rasakan??
Aunuril Laily Khakim…..
Aku jatuh cinta padamu
sehari empat kali, pagi, siang, sore dan malam
perasaan ini teramat dalam, kalau kamu mau tahu
ingin rasanya kau selalu berada di dekatku
sehingga betapa kau sedih
ketika pagi-pagi aku meninggalkanmu untuk pergi ke kantor
tapi, di sisi lain aku merasa bahagia
karena di situlah kerionduan bernyanyi
bersama waktu bernama siang
dan ketika malam aku pulang
kau menyambutku dengan senyuman, berharap lelahku hilang
saat malam itulah,
saat kita berdua terbang ke khayangan
kita berdua di istana kita, di surga kita
Nirwana kita
tanpa ada orang lain yang menggangu
Yang paling menarik perhatian dan paling banyak ditulis oleh para ahli jiwa ialah ciuman dengan lidah.Secara
terperinciditerangkan tentang peranan pentingdari dua pasang bibir dan dua lidah dalam berciuman.Bagian mana yang
memainkan peranan utama tergantung pada selera seseorang.Namun yang lebih menarik perhatian para pakar bukan
kenikmatan dari sebuah ciuman tersebut tetapi,reaksi yang ditimbulkan olehkedua insan yang berciuman.
Para pakar menyebutkan bibir mempunyai kepekaan tujuh kali lebih besar dibanding kulit tubuh.Lidah juga memiliki
kepekaan empat kali lipat dari bibir.Oleh karena itu,ketika melakukan ciuman dengan lidah,tubuh akan bereaksi secara
total.Tekanan darah bertambah cepat,jantung berdetak cepat,dan nafas turun naik.Sebaliknya daya kerja dari indera
pandengaran,penciuman dan penglihatan akan menurun separuh.
Reaksi biologi yang ditimbulkan dari ciuman lidah nampaknya menarik perhatian para dokter.Dikatakan dibalik
kenikmatan dalanm gelora nafsu erotis,ciuman llidah dapat memendekkan umur tiga menit.Boleh percaya atau
tidak,yang jelas para pakar telah mencurahkan perhatian untuk menelitinya dan mengkaji seperti yang pernah dilakukan
di Universitas Baltimore,Amerika Serikat.
Penelitian dimulai dengan menyuruh sepasang muda-mudi berciuman dengan mesra.Kemudian diperiksa denyut nadi
mereka,ketika sedang berciuman.Ternyata,denyut nadi mereka semakin cepat,sekitar 150kali setiap menit,atau dua kali
lipat dari denyut nadi normal.Pada waktu yang sama,jantung memompa darah lebih banyak dari biasanya.Selain
itu,pada saat ciuman telah terjadi perpindahan 9 miligram air,0,7 miligram zat putih telur,0.18 miligram zat organik,0,711
milligram lemak,0,45 miligram garam mineral,serta sekitar 250 jenis bakteri yang masuk kedalam mulut masing-masing.
Hasil penelitian tersebut,menunjukkan bahwa ciuman beresikomenularkan kkuman penyakit.Menurut para pakar yang
meneliti penyakit yang akan terjangkit antara lain;radang hati, keracunan,sakit leher, sakit kulit bibir,alergi yang
disebabkan olehn kosmetik yang dipakai wanita.Akibat lain yang mungkin muncul adalah produksi glukosa yang
berlebihan sehingga menyebabkan timbulnya penyakit diabetes atau kencing manis.Ini berarti jika kita sering
melakukanciuman,besar kemungkinan umur kita akan bertambah pendek.Tapi jika anda tidak bisa menahan keinginan
untuk berciuman,sebaiknya anda berhati-hati.Perhatikanlah jenis ciuman yang anda berikan atau terima.
Sebuah ketukan terdengar dari pintu apartemennya,
Kevin Mitnick membuka pintu dan mendapati lusinan agen
FBI dan penegak hukum lain sudah bersiap untuk
menangkapnya. Ini adalah akhir perjalanan seorang
hacker yang terpaksa buron demi menghindari hukuman
penjara. Hacker yang selama masa buronannya itu telah
mendapatkan status legendaris, bahkan telah tumbuh
menjadi sebuah mitos yang lebih besar dari dirinya
sendiri
Penangkapan yang terjadi pada 1995 itu
menandai awal dari kasus penahanan yang paling
kontroversial terhadap seorang pelaku kejahatan cyber.
Mitnick adalah seorang penyusup pada sistem komputer menjelma
sebagai America’s Most Wanted
Hacker.
Kecanduan
Komputer
Mitnick mudah mempelajari komputer dengan
nongkrong di toko radioshack atau diperpustakaan umum,
keluarganya tidak cukup berduit untuk memiliki komputer sendiri.
Kesukaannya pada komputer berkembang
hingga ia dewasa.
Pada periode 1990-an, Mitnick
mudah sekali keluar masuk sistem komputer. Namun pada
akhir 1980-an ia sebenarnya ingin meninggalkan hobynya
tersebut dan mulai mencari pekerjaan yang sah.
Sayangnya, sebelum ia bisa melakukan itu, pada 1987 ia
tertangkap karena menyusup perusahaan Santa Cruz
Organization, sebuah perusahaan piranti lunak yang
terutama bergerak dibidang sistem operasi Unix. Ketika
itu pengacara mitnik berhasil menurunkan tuduhan
kejahatan menjadi tindakan yang kurang baik, Mitnick
pun hanya di ganjar 3 tahun masa percobaan.
Tidak
sampai setahun Mitnick kembali tersandung kasus hukum.
Gara-garanya seorang teman yang komputernya ia gunakan
untuk membobol komputer lain
melaporkan Mitnick yang berwajib kali itu yang dibobol
Mitnick adalah milik Digital Equipment Corporation.
Setiap kali membobol komputer yang
dilakukan mitnik adalah mengambil code penyusun dari
piranti lunak. Kode itu kemudian dia pelajari dengan
sungguh-sungguh, terkadang menemukan beberapa kelemahan
didalamnya. Dalam sebuah kesempatan Mitnick hanya
mengaku mengambil kode penyusun dari piranti lunak yang
ia sukai atau yang menarik baginya.
Dalam kasus
DEC Mitnick mendapatkan masa tahanan yang lebih berat.
Ketika itu pengacaranya menyebut Mitnick memiliki,
‘kecanduan pada komputer yang tidak
bisa dihentikan’. Ia diganjar 1 tahun
penjara.
Di penjara Mitnick mendapatkan
pengalaman yang buruk. Pada saat itu legenda Kevin
Mitnick atau yang lebih dikenal juga dengan nama
samaran ‘the condor’, sudah semakin membesar.
Reputasinya sebagai seorang
penjahat komputer juga
semakin membumbung melebihi kenyataan. Sipir di Lompoc,
penjara tempat Mitnick berada, mengira Mitnick bisa
menyusup kedalam komputer hanya
dengan berbekal suara dan telepon. Walhasil
Mitnick bukan hanya tidak boleh menggunakan telepon,
ia juga menghabiskan waktu berbulan bulan dalam ruang
isolasi. Tak heran jika kemudian ia dikabarkan
mengalami sedikit gangguan jiwa saat menjalani hukuman
di Lompoc.
Tahun 1989 Mitnick dilepaskan dari
penjara. Ia berusaha mencari pekerjaan yang resmi,
namun statusnya sebagai mantan narapidana membuat
Mitnick sulit mempertahankan pekerjaan. Akhirnya ia
bekerja sebagai
pendulang informasi untuk
kantor penyelidik kantor swasta. Tentunya ini menyeret
Mitnick kembali kepada dalam dunia yang abu-abu dan
hitam. Pada awal 1990-an, Mitnickpun dicari lagi oleh
FBI. Kali ini takut akan masuk ruang isolasi selama
bertahun-tahun, Mitnick memutuskan untuk
kabur.
Hacking The Human
Side
Keahlian Mitnick sebagai hacker
tidak terbatas pada kemapuan teknis belaka. Ia
merupakan pada kemampuan teknis belaka. Ia merupakan
seorang yang memahami betul bahwa keamanan sistem komputer terdiri
dari aspek kebijakan organisasi, sumber daya manusia,
proses yang terlibat serta teknologi yang
digunakan. Seandainya ia seoarang pahlawan super
kemapuannya utama Mitnick adalah seoarang yang
mempraktekan ilmu social engginering alias rekayasa
sosial. Ini adalah sebuah teknik mendapatkan informasi penting,
semisal password, dengan memanfaatkan kelemahan
manusiawi.
Kemampuan Mitnick paling baik
diilustrasikan dalam cerita berikut, cerita yang
dikisahkan Mitnick sendiri pada sebuah forum online
Slasdot.org
"Pada satu kesempatan, saya
ditantang oleh seorang teman untuk mendapatkan nomor
(telepon) Sprint Foncard-nya. Ia mengatakan akan
membelikan makan malam jika saya bisa mendapatkan nomor
itu. Saya tidak akan menolak makan enak, jadi saya
berusahan dengan menghubungi Customer Service dan
perpura-pura sebagai seorang dari bagian teknologi
informasi. Saya tanyakan pada petugas yang menjawab
apakah ia mengalami kesulitan pada sitem yang
digunakan. Ia bilang tidak, saya tanyakan sistem yang
digunakan untuk mengakses data pelanggan, saya
berpura-pura ingin memverifikasi. Ia menyebutkan nama
sistemnya."
"Setelah itu saya kembali
menelepon Costumer Service dan dihubungkan dengan
petugas yang berbeda. Saya bilang bahwa komputer saya rusak
dan saya ingin melihat data seorang pelanggan. Ia
mengatakan data itu sudah berjibun pertanyaan. Siapa
nama anda? Anda kerja buat siapa? Alamat anda dimana?
Yah, seperti itulah. Karena saya kurang riset, saya
mengarang nama dan tempat saja. Gagal. Ia bilang akan
melaporkan telepon telepon ini pada
keamanan."
"Karena saya mencatat
namanya, saya membawa sorang teman dan
memberitahukannya tentang situasi yang terjadi. Saya
meminta teman itu untuk menyamar sebagai
‘penyelidik keamaman’ untuk mencatat laporan
dari petugas Customer Service dan berbicara dengan
petugas tadi. Sebagai ‘penyelidik’ ia
mengatakan menerima laporan adanya orang berusaha
mendapatkan informasi
pribadinya pelanggan. Setelah tanya jawab soal telepon
tadi, ‘penyelidik menyakan apa informasi yang
diminta penelepon tadi. Petugas itu bilang nomor
Foncard. ‘penyelidik’ bertanya, memang berapa
nomornya? Dan petugas itu memberikan nomornya. Oops.
Kasus
selesai"
Buron
Sebaga
i buronan Mitnick berusahan sebisa mungkin untuk tidak
tertangkap. Ia sering berpindah-pindah tempat tinggal
dan selalu menanggalkan berbagai kebiasaan. Berbagai
cara ia lakukan agar tidak terlacak oleh pengejarnya.
Namun ia tidak bisa meninggalkan hobinya mengoprek komputer dan
jaringan Internetnya. Bahkan beberapa keahliannya konon
digunakan untuk mendapatkan identitas
baru.
Legenda Mitnick selama buron dalam kurang
lebih dua tahun, semakin menjadi-jadi ia menjelama
sebagai ‘Ninja Cyber’ yang konon bisa membobol
komputer
Pentagon hanya dengan remote televisi, sebuah rumor
yang melebihi cerita fiksi apapun.
Mengapa
Mitnick, seorang buron dalam kasus pembobolan komputer,
bisa menjadi penjahat yang paling dicari? Ini tak lepas
dari peran media massa. Secara khusus adalah
serangkaian artikel sensasional
dari John Markoff yang dimuat di New York
Times.
Markoff mengutuk Mitnick bagaikan seorang
teroris. Dalam sebuah pernyataan setelah lama
dibebaskan, Mitnick menyebut citra dirinya yang
ditampilkan Markoff bagaikan seoarang teroris yang
berusaha mengendalikan nuklir dunia. "saya
seakan-akan seorang Osama bin Mitnic," ujarnya
bercanda.
Markoff menggambarkan Mitnick sebagai
seorang yang mematikan, tak bisa dihentikan dan layak
menjadi buronan sepuluh besar FBI maupun penegak hukum
lainnya. Artikel
Mafkoff, yang kadang muncul di halaman depan,
menjadikan Mitnick kandidat terkuat proyek percontohan
atas kejahatan cyber. Maka masa depan Mitnick dalam
penjara boleh dibilang sudah dituliskan saati itu
juga.
Selama menjadi buron Mitnick juga terus
menjalankan aksinya. Ia membobol berbagai komputer perusahaan
besar. Termasuk Sun Microsystem. Ia menggunakan, dan
maksutnya disini adalah membobol rekening seorang pada
layanan penyimpanan online untuk menyimpan backup dari
hasil aksinya. Sebenarnya Mitnick tidak bekerja
sendirian namun saat tertangkap ia tak pernah
mengungkapkan siapa saja rekannya.
Salah satu
korban Mitnick adalah T. Shimomura, seorang ahli komputer yang dalam
beberapa tulisan di Internet diragukan kebersihannya.
Ada dugaan bahwa Shimomura juga seorang hacker yang
kerap melakukan perbuatan ilegal. Satu hal yang banyak
disetujui adalah Shimomura memiliki sikap yang arogan
dan nampaknya ingin muncul sebagai pahlawan dalam kisah
perburuan Mintick.
Shimomura, Markoff dan FBI
bahu membahu untuk menangkap sang buronan. Panduan dari
berita
sensasionalnya Mafkoff, kemampuannya hacking Shimomura
dan kekuatan hukum FBI pada akhirnya melacak kediaman
Mitnick.
Seperti biasanya kisah tertangkapnya
seoarang buron, Mitnick melakukan ketledoran. Layanan
penyimpanan yang ia gunakan rupanya memiliki program
otomatis untuk mencek isi file yang disimpan. Pemilik
rekening yang digunakan Mitnick mendapatkan peringatan
dari sistem mengenai kapasitas berlebih. Ini adalah
awal tertangkapnya Mitnick.
Mitnick mengakui
bahwa dirinya ceroboh karena tidak menduga bahwa FBI,
Shimomura, Markoff, dan penyedia layanan telepon
selular melakukan kerja sama yang begitu erat dan
terpadu.
"Operator seluler melakukan
pencarian dalam database penagihan mereka terhadap
dial-up ke layanan Internet Netcom POP. Ini, seperti
bisa diduga, membuat mereka bisa mengidentifikasi area
panggilan dan nomor MIN (mobile identification number)
yang saya gunakan saat itu. Karena saya kerap berganti
nomor, mereka mengawasi panggilan data apapun yang
terjadi di lokasi tersebut. Lalu, dengan alat Cellscope
2000 Shimomura, melacak sinyal telepon saya hingga ke
lokasi yang tepat,"Mitnick menuturkan.
Dua
minggu sebelum tertangkapnya Mitnick baru pindah ke
Raleigh. Lokasi baru membuat kurang waspada dan ia lupa
melacak jalur dial-up yang digunakannnya. Beberapa jam
sebelum tertangkapnya Mitnick baru ada sesuatu yang
terjadi, pelacakan dan pengawasan sedang dilakukan
terhadap jalur yang ia gunakan. Saat ia sedang berusaha
melacak sejauh mana pengawasan telah dilakukan hingga
siapa dilbalik pelacakan tersebut, ia mendengar ketukan
pintu. Mitnick membuka pintu dan berhadapan dengan
lusinan U.S Marshall dan FBI.
Empat
Setengah Tahun Digantung
Setelah
tertangkap Mitnick ditahan tanpa kemungkinan jaminan.
Ia juga tak diajukan untuk pengadilan. Kurang lebih
empat tahun ia habiskan tanpa kepastian. Hal ini
benar-benar membuat Mitnick frustasi.
Selama
dalam penjara FBI ia tak mendapatkan kesempatan dalam
kasusnya. Bahkan Mitnick dan pengacaranya tak bisa
melihat data kasus tersebut karena terdapat di laptop dan akses laptop bagi Mitnick
dianggap membahayakan. Mitnick dituding bisa membuat
misil meluncur hanya berbekal laptop atau
telepon. Larangn itu tetap berlaku meskipun
pengacaranya menggunakan laptop tanpa modem
dan kemampuan jaringan apapun.
Mitnick pada
akhirnya dituding menyebabkan kerugian hingga ratusan
juta dollar kerugian yang menurut Mitnick tidak benar,
karena perusahaan yang konon dirugikan bahkan tidak
melaporkan kerugian tersebut dalam laporan tahunan
mereka.
Kesepakatan akhir bagi Mitnick adalah
pengakuan bersalah. Bersalah dalam kasus pembobolan komputer dan
penyadapan jalur telepon. Mitnick menyerah dan
mengikuti itu, dengan imbalan 4 tahun tahun lebih
waktunya dalam penjara diperhitungkan sebagai mas
tahanan. Total Mitnick dihukum adalah 5 tahun dipenjara
, 4 tahun dalam tahanan yang terkatung-katung dan 1
tahun lagi sisanya.
Ia dibebaskan pada tahun 2000
dengan syarat tak boleh menyentuh komputer atau
telepon. Pada tahun 2002 baru ia boleh menggunakan komputer tapi tidak
yang tersambung ke Internet. Baru tahun 2003 ia
menggunakan Internet lagi untuk pertama
kalinya.
Sejak dibebaskan Mitnic berusaha untuk
memperbaiki hidupnya. Ia menuliskan dua buku mengenai
hacking, selain itu ia juga mendirikan perusahaan
konsultan keamanan sendiri. "Hacker adalah
satu-satunya kejahatan yang keahliannya bisa digunakan
lagi untuk sesuatu yang etis. Saya tidak pernah melihat
itu dibidang lain, misal perampokan etis," tutur
Mitnick.

Ledakan baterai gadget kembali jadi gunjingan
hangat. Jika tahun lalu baterai laptop yang bikin
heboh, sekarang giliran baterai ponsel. Bagaimana
sebuah baterai seukuran kotak korek api bisa meledak
layaknya sebuah bom?
Sebagian besar
gadget modern termasuk ponsel menggunakan baterai
lithium ion. Dijuluki baterai lithium ion karena tenaga
baterai ini berasal dari aliran ion-ion lithium
(Li+) di dalam larutan elektrolit. Sewaktu baterai
kita charge, ion lithium mengalir dari katoda (kutub
positif) ke anoda (kutub negatif). Sebaliknya, ion
lithium mengalir dari anoda ke katoda ketika baterai
bekerja.
Elektrolit, anoda, dan katoda
dikemas dalam sebuah kontainer bertekanan. Selapis
separator memisahkan anoda dan katoda agar keduanya
tidak saling bersinggungan. Separator itu terbuat dari
plastik super tipis dengan lubang-lubang mikro yang
hanya cukup dilewati ion lithium. Nah, masalahnya
bermula ketika baterai diproduksi di pabrik. Ada
kotoran berupa butir-butir logam yang masuk ke larutan
elektrolit. Tidak banyak memang, tetapi bisa
menyebabkan malapetaka. Cerita lengkapnya
begini.
Pada saat charging, suhu baterai
bertambah. Butiran logam akan berlarian kesana kesini,
mirip dengan butiran beras dalam air yang diaduk. Jika
berada di dekat separator, butir-butir logam itu bisa
merobek separator. Alhasil, terjadilah hubungan pendek
alias korsleting antara anoda dan katoda. Peristiwa
selanjutnya mudah ditebak.
Korsleting
membuat arus listrik mengalir sangat cepat. Suhu dan
tekanan di dalam baterai akan meningkat drastis.
Ledakan pun tak terhindarkan. Korsleting juga sanggup
memercikkan bunga api layaknya pemantik. Kontan saja
garam lithium yang memang mudah terbakar itu menyala
hebat. Bayangkan saja, energi yang bisa membuat ponsel
menyala berhari-hari itu lepas dalam
sekejap.
Baterai lithium ion sekarang mesti
bekerja lebih berat. Kapasitasnya dituntut makin besar,
tapi ukurannya tidak boleh menggembung. Mau tak mau,
pabrik baterai memakai separator yang lebih tipis dan
lebih mudah bocor.
Beberapa pabrik baterai
non-standar nekad menghilangkan pemutus arus demi
menekan harga. Tanpa alat kecil itu, baterai tetap
teraliri arus meski sudah terisi penuh. Terjadilah apa
yang disebut overheat atau panas berlebih. Jika sudah
begitu, baterai pun berpotensi meledak tiba-tiba.
Booom.
Gambar 1. Jeroan baterai lithium ion.
Lembaran anoda dan katoda digulung dengan selapis
separator di tengah-tengah. Semuanya dimasukkan dalam
wadah berisi elektrolit yang dilengkapi ventilasi serta
cincin anti bocor. 
Gambar 2. Reaksi kimia membuat ion-ion lithium
(Li+) berpindah dari anoda ke katoda. Akibatnya
elektron mengalir dari anoda dan katoda sebagai arus
listrik. Sewaktu di-charge, ion-ion itu dipulangkan ke
katoda dengan cara memberi tegangan listrik di
katoda.

Gambar 3. Butir-butir
logam yang masuk ke elektolit saat baterai diproduksi
bisa merobek separator, lalu membuat anoda dan katoda
terhubung pendek (korsleting). Korslet juga terjadi
jika butiran logam menumpuk di anoda atau katoda.
