Terima saadanya

Posted on February 17, 2007 by cucuk-aryan.
Categories: For Ukhti-Ku.

jika kamu memancing ikan..
setelah ikan itu terlekat di mata kail..
hendaklah kamu mengambil ikan itu..
jangan sesekali kamu lepaskan ia semula..
ke dalam air begitu saja..
kerana ia akan sakit oleh kerana bisanya
ketajaman mata kailmu dan mungkin ia akan
menderita selagi ia masih hidup…

begitulah juga setelah kamu memberi banyak
pengharapan kepada seseorg..
setelah ia mula menyayangimu hendaklah kamu
menjaga hatinya..
jangan sesekali kamu meninggalkan begitu saja..
kerana ia akan terluka oleh kenangan bersamamu
dan mungkin tidak dapat melupakan segalanya
selagi ia mengingatimu..

jika kamu menadah air biarlah berpada..
jangan terlalu mengharap pada takungannya..
dan janganlah menganggap ia begitu teguh..
cukuplah sekadar keperluanmu..
apabila sekali ia retak..
tentu sukar untuk kamu menampalnya semula..
akhirnya ia dibuang..
sedangkan jika kamu cuba membaikinya mungkin
ia masih dapat dipergunakan lagi..

begitu juga jika kamu memiliki
seseorang..terimalah seadanya..
janganlah kamu terlalu mengaguminya..
dan janganlah kamu menganggapnya begitu
istimewa..
anggaplah dia manusia biasa..
apabila sesekali dia melakukan kesilapan, bukan
mudah bagi kamu untuk menerimanya..
akhirnya kamu kecewa dan meninggalkannya..
sedangkan jika kamu memaafkannya..
boleh jadi hubungan kamu akan terus hingga ke
akhirnya..

jika kamu telah memiliki sepinggan nasi..
yang kamu pasti baik untuk diri kamu..
mengenyangkan..berkhasiat..
mengapa kamu berlengah cuba mencari makanan
yang lain..
terlalu ingin mengejar kelazatan..
kelak nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh
memakannya..
kamu akan menyesal..

begitu juga jika kamu telah bertemu dengan
seorang insan..
yang pasti membawa kebaikan kepada dirimu..
menyayangimu..mengasihimu..
mengapa kamu berlengah,cuba
membandingkannya dengan yang lain..
terlalu mengejar kesempurnaan..
kelak kamu akan kehilangannya apabila ia menjadi
milik org lain..
kamu juga akan menyesal..

“Bersyukur dan Redha dengan apa yang
dikurniakan olehNya…Alhamdulillah…”

JoDoH

Posted on by cucuk-aryan.
Categories: For Ukhti-Ku.

Liam_heartbubbles
Baru-baru ini saya mendapat undangan pernikahan dari dua orang teman di dunia cyber. Turut berbahagia membaca undangan yang menyiratkan rasa syukur dan bahagia dari kedua orang teman saya itu. Barokallahu lak, wa baroka ‘alaik, wa jama’a baynakumaa fil khoir…

Teringat kembali pertemuan saya dengan ukhtiku. Kami dipertemukan Allah dalam waktu yang sangat singkat.

Salah seorang teman saya di atas malah sebaliknya. Bertahun-tahun mereka saling kenal. Tak ada berita sedikitpun keduanya menjalin kasih sebelum itu. Tiba-tiba datang undangan yang cukup mengejutkan hampir semua orang yang mengenalnya.judulnya ‘hubungan rahasia’ yang alhamdulillahnya diakhiri (atau diawali?) dengan pernikahan.

Jodoh oh jodoh… benar -benar rahasia Allah yang tidak terduga. Ada orang yang sudah bertahun-tahun pacaran, tapi tak kunjung menikah, akhirnya malah menikah dengan orang yang baru beberapa hari ditemui.

Ada juga kakak kelas saya yang aktifis dakwah kampus. Suaminya aktifis di tempat yang sama. Sering beradu argumen dalam rapat-rapat kepengurusan. Sampai panas-panasan kalau sudah berdebat. Tahu-tahu dijodohkan Allah setelah beberapa tahun lepas dari kepengurusan. Saya tidak tahu, apakah aksi adu debatnya terus berlanjut setelah mereka menikah atau tidak

Ada juga seorang teman yang jatuh cinta dengan sesama aktifis di kampus. Tahu-tahu pas lulus orang yang disukainya itu dilamar orang. Dan berjodoh dengan orang yang baru dikenalnya. Patah hati? mungkin sedikit, tapi life must go on… ada cita-cita yang lebih besar, yang perlu perhatian besar, dari pada berlama-lama menata hati yang hancur. Bagi saya, inilah bingkai keimanan yang selalu positif dalam merespon takdir Allah, seberapa pun menyakitkannya takdir itu…

Ada juga orang-orang yang sampai di usia mapan belum juga mendapatkan seorang pendamping. Mungkin alasannya bermacam-macam. Belum ketemu yang cocok, fisik calon yang disodorkan kurang sempurna, sampai masalah pendapatan yang belum cukup untuk menghidupi anak isteri dalam kehidupan yang keras ini.

Bagi saya sebenarnya cuma satu saja alasannya, Allah belum mentakdirkannya menemukan belahan jiwa. Yang saya maksud dengan takdir itu adalah seluruh usaha untuk memenuhi takdir itu, mau pun ketetapan Allah dalam perjodohan itu sendiri. Dalam hal ini sulit untuk dipaksakan. Masalah selera, kecenderungan jiwa akan keindahan dan kesholihan adalah hak prerogatif setiap orang. Meskipun masalah keimanan kepada takdir Allah tercakup di dalamnya. Dan seharusnya, bagi setiap muslim, masalah keimanan inilah yang utama.

Ya… itulah. Sulit kalau membicarakan topik yang satu ini. Karena ini merupakan satu dari rahasia Allah yang sangat banyak jumlahnya di dunia ini.

Robbanaa hablanaa min azwaajina wa zurriyyatinaa qurrota a’yun, waj’alnaa lil muttaqiina imaamaa..

(Ya Allah, berikanlah pasangan dan anak-anak yang menjadi penyejuk mata kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa)

-Do’a yang diambil dari Al-Qur’an-