Al-Qur,an “Buku Manual” Allah

Posted on January 6, 2007 by cucuk-aryan.
Categories: Religion.
”Tunjukkan padaku apa yang baru dari Muhammad, dan yang kau temukan hanyalah hal yang berbau iblis dan tak manusiawi, seperti perintahnya untuk menyebarkan agama dengan pedang.” Demikian cuplikan pidato Paus Benedictus XVI saat memberi kuliah teologi kepada civitas academica University of Regensburg, di Jerman bulan lalu, dan hati umat Islam di seluruh dunia terluka.

Ucapannya itu mengingatkan pada sinisme kaum kafir Quraisy di awal penyebaran Islam dulu, yang menganggap Alquran hanya perkataan Muhammad saja.

Menurut Muhammad Ali Al Hasan dalam Al Manar fi Ulum Alquran, Alquran adalah kalamullah yang merupakan mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Kitab suci Alquran yang diturunkan secara berangsur-angsur dalam masa 22 tahun, 2 bulan, dan 22 hari dalam dua fase.

Fase pertama adalah fase Makkah yang kemudian disebut surat-surat Makkiyah dan fase Madinah dan ayat-ayat yang diturunkan di kota ini disebut surat-surat Madaniyah. Ayat-ayat dalam surat Makkiyyah umumnya pendek-pendek, dan mengandung hal-hal yang berhubungan dengan keimanan. Sedangkan surat-surat Madaniyah yang diturunkan sesudah Nabi Muhammad hijrah ke Madinah umumnya ayatnya panjang-panjang dan mengandung hukum-hukum kemasyarakatan, ketatanegaraan, hukum perang, hukum internasional, dan lain-lainnya.

Menurut Pimpinan Pesantren Tahfidzul Quran Daarul Quran Wisatahati, Bulaksantri, Tangerang, Ustadz Yusuf Mansur, Alquran adalah pedoman hidup manusia. ”Bila kita membeli produk, kan sudah ada buku manual. Allah SWT menciptakan manusia, tahu tentang sukarnya menjalani hidup ini, makanya Allah menyediakan Alquran sebagai panduan dan petunjuk bagi manusia," ujarnya.

Sayangnya, hanya sedikit orang yang benar-benar mengaplikasikan "buku manual" dari Allah itu. "Kalau kita mau melakukan perjalanan, pasti ada tujuan. Kalau pergi tanpa tujuan, apa yang terjadi?"

Alquran, kata dia, adalah bimbingan yang langsung dari Allah. "Momen peringatan Nuzulul Quran dijadikan sebagai sarana mengingatkan kita akan perlunya kembali kepada Alquran dan menyadari sepenuhnya bahwa Alquran itu penting buat kita.” Apalagi fadhilah Alquran ini sungguh luar biasa. Bacaannya saja sudah mendatangkan berjuta-juta kebaikan buat kita bahkan sekadar mendengarkan, apalagi kalau diamalkan.

Ketua MUI Drs H Amidhan berpandangan, adanya salah paham terhadap Alquran terutama dari kalangan orientalis, tak lepas sisa-sisa Perang Salib. ”Mereka mengartikan Islam itu yang pertama identik dengan kekerasan. Jadi, pedang di tangan kanan, Alquran di tangan kiri," ujarnya.

Kedua, Islam diartikan dengan potong tangan hukum syariahnya. Ketiga, poligami, yang digambarkan sebagai penghinaan terhadap kaum perempuan. "Padahal Alquran diturunkan di ayat yang pertama sebetulnya untuk pendidikan. ‘Bacalah’ sampai berulang kali," ujarnya.

Alquran, kata Amidhan, banyak sekali memberikan penekanan terhadap pendidikan. Bahkan mereka yang menuntut ilmu diangkat derajatnya lebih tinggi dari manusia kebanyakan. Selain itu, banyak sekali dari ujung-ujung ayat itu mengedepankan berpikir. ”Jadi, tidak mungkin Alquran yang mengedepankan ilmu dan pencerahan, tiba-tiba mengedepankan kekerasan dan perang seperti yang dikatakan Sri Paus Benedictus, walaupun istilahnya dia mengutip kaisar. Tapi, mengutip itu artinya dia itu masih seperti dulu posisinya,” tegas Amidhan.
Pendiri BKPRMI (Badan Koordinasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia) KH Toto Tasmara menjelaskan fakta sejarah bahwa Barat berhutang budi sama Islam. Teknologi, sains, matematika, dan ilmu-ilmu lainnya dikembangkan oleh ilmuwan Muslim berdasarkan penggalian mereka terhadap Alquran.

Alquran, Toto, sarat dengan fakta ilmiah, hal yang tidak ditemukan pada kitab-kitab sebelumnya. ”Holiosentris dianut oleh ilmuwan yang didukung gereja, yang menganggap bahwa kita mengelilingi matahari, padahal sebaliknya, dan Alquran menjelaskan tentang itu," ujarnya.

Sementara itu, doktor summa cumlaude pada bidang tafsir dan ilmu-ilmu Alquran di Universitas Al Azhar, Dr Mukhlis Hanafi menyatakan, setiap Muslim wajib menjaga Alquran. Caranya adalah dengan menghidupkan ajaran Alquran dalam setiap pribadi Muslim. Ini adalah pekerjaan rumah yang panjang tetapi harus terus dilakukan. Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah dengan meningkatkan pemahamannya terhadap Alquran. "Alquran sudah memanggil kita, menyapa kita, tinggal kembali pada kita, maukah kita untuk mendatanginya," ujar dia. Semakin Muslim jauh meninggalkan Alquran, semakin luntur pula daya tahannya mempertahankan akidahnya.

no comments yet.



Leave a comment

Names and email addresses are required (email addresses aren't displayed), url's are optional.

Comments may contain the following xhtml tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>