You are looking at posts that were written on January 4, 2007.
You are looking at posts that were written on .
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Feb » | ||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 |
| 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 |
| 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 |
| 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 |
| 29 | 30 | 31 | ||||
BAGAIMANA IKHWAN MENCARI ISTRI Mencari pasangan yang pas adalah tahap penting sebelum kita membangun rumah tangga. Islam sebagai syari’at yang kaffah memberikan tuntunan terbaik bagi kita dalam segala hal, termasuk dalam mencari calon istri. Setiap lelaki yang tetap teguh dalam fitrahnya akan senantiasa mencapatkan perhiasan terindah, istri shalihah. Namun tuntunan teknisnya terkadang banyak dari kita yang belum begitu bisa memahami dan mempraktekkan. berikut Ini adalah sebuah artikel dari seorang ikhwan yang teramat mendambakan hadirnya wanita shalihah sebagai pendamping hidupnya, di dunia dan di Akhirat. Semoga kandungan ilmu yang ada bermanfaat bagi -terkhusus ikhwan-yang membacanya.. Kiat mendapatkan istri yang sesuai dengan tuntunan Rasul Dalam kitab madzhab Hambali Syarah Muntaha al-Iraadaat (2/621 ) Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu ta`ala anhu; Ya Beberapa ulama menganggapnya sebagai mustahab, jika seorang pria Imam al-Bahuuti berkata dalam Syarah Muntaha al-Iradat (2/621): Dia (seorang pria ) seharusnya tidak bertanya/mencari tentang komitmen Imam Ahmad berkata :Jika seseorang pria ingin menikahi seorang Janganlah dia bertanya mengenai Komitmen agama dahulu,yang jika dia Yang salah adalah tatkala seorang pria mencari kecantikan dan Imam An-Nawawi Dalam Syarah Muslim (10/52) tatkala mengomentari hadist Pandangan yang mengatakan mustahabb untuk mencari wanita yang cantik Arti mencari yang cantik yang dimaksud adalah jenis kecantikan dimana Nasehat saya adalah nikahilah wanita yang pada pandangan anda punya Sedangkan para wanita yang-merasa- kurang cantik, tentu tidak bisa berputus asa sebab kecantikan
disebutkan :adalah sunnah untuk memilih wanita yang cantik, karena hal tersebut
dapat melahirkan rasa ketenangan yang lebih besar dan lebih membantu dia
untuk menundukkan pandangan dan cinta yang lebih.
Rasulullah,wanita mana yang terbaik? Beliau berkata:"Yang tatkala
engkau melihatnya engaku merasa senang….al-Silsilah al-Sahihah (1838)
tatkala hendak menikah MEMULAINYA DENGAN MEMPERTANYAKAN TENTANG KECANTIKANNYA
TERLEBIH DAHULU, kemudian baru tentang komitmen agamanya.
agama seorang wanita terlebih dahulu hingga dia telah mengetahui hal
tentang kecantikannya.
wanita,dia
mesti bertanya pertama kali TENTANG KECANTIKANNYA,jika kemudian dia
mendapat kabar bagus mengenai kecantikan (wanita tersebut), baru dia
bertanya mengenai komitmen agama (wanita tadi).Jika ternyata agamanya
bagus maka dia seharusnya menikahi wanita tersebut.JIka dia tidak
mendapat kabar yang baik mengenai agamanya maka dia akan menolak wanita
tersebut atas dasar agamanya.
mendengan bahwa agama wanita itu bagus, namun kemudian dia mengetahui
wanita tersebut tidak cantik lantas kemudian menolak.Maka dia (pria
tadi)
menolak wanita atas dasar "Kecantikan" bukan atas dasar "agama"-selesai
kutipan- Tentu hal ini menyalahi sabda Nabi `alaihi sholatu wasalam
bahwa kita dianjurkan memilih atas dasar "komitmen agama" seorang wanita.
melupakan sisi agama seorang wanita-sebagai pondasi kebahagiaan dan kebaikan
yang
dia cari-Oleh karenanya Nabi mendorong kita untuk memilih yang memiliki
komitmen agama & akhlak yang bagus serta melarang untuk semata mencari
penampilan luar tanpa penampilan dalam (hati)
mengenai "wanita dinikahi karena empat hal…dst, berkata: Pandangan
yang
benar mengenai makna hadist ini adalah bahwa Nabi berkata tentang
keumuman manusia apa yang dilakukannya tatkala hendak menikah, bahwa
mereka
menikah berdasar empat hal ini (harta ,keturunan,kecantikan,agama).Yang
paling terakhir dalam pilihan orang adalah tentang komitmen agama
seorang
wanita,maka yang benar adalah engkau selayaknya memilih yang punya
komitmen agama.
sebagai istrinya tidak lah berarti kecantikan itu hal yang utama.Dan
berati bahwa kita harus mendapatkan wanita yang sangat cantik
sejagat,karena tidak akan kita dapatkan yang sangat
sempurna,mungkin bisa kita dapatkan tapi dengan kelemahan agama dan
prilakunya.
kita sebagai pria bisa menjaga diri dari hal haram dan meredam dari
berpaling atau memandang wanita lain selain istri kita.Toh Definisi cantik akan
berbeda-beda pada setiap pria.
tingkat (kecantikan) dimana anda cukup merasa senang dan tenang dengan
melihat dia.Hal ini (persoalan kecantikan) akan kau rasakan porsi
bedanya
bukan sebagai porsi pertama dan utama yang terus menggelayuti pikiran
anda setelah anda memulai hidup baru…memulai serial selanjutnya dari
problematika-probelamatika hidup kita.
kan relatif sehingga tidak bisa dimutlakkan bahwa anda tidak cantik, sebagimana bervariasinya penilaian para ikhwan terhadap kriteria kecantikan itu sendiri
Yazid bin Abdul Qadir Jawas
TUJUAN PERKAWINAN DALAM ISLAM
1. Untuk Memenuhi Tuntutan Naluri Manusia Yang Asasi Di tulisan terdahulu [bagian kedua] kami sebutkan bahwa perkawinan adalah fitrah manusia, maka jalan yang sah untuk memenuhi kebutuhan ini yaitu dengan aqad nikah (melalui jenjang perkawinan), bukan dengan cara yang amat kotor menjijikan seperti cara-cara orang sekarang ini dengan berpacaran, kumpul kebo, melacur, berzina, lesbi, homo, dan lain sebagainya yang telah menyimpang dan diharamkan oleh Islam.
2. Untuk Membentengi Ahlak Yang Luhur Sasaran utama dari disyari’atkannya perkawinan dalam Islam di antaranya ialah untuk membentengi martabat manusia dari perbuatan kotor dan keji, yang telah menurunkan dan meninabobokan martabat manusia yang luhur. Islam memandang perkawinan dan pembentukan keluarga sebagai sarana efefktif untuk memelihara pemuda dan pemudi dari kerusakan, dan melindungi masyarakat dari kekacauan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Artinya : Wahai para pemuda ! Barangsiapa diantara kalian berkemampuan untuk nikah, maka nikahlah, karena nikah itu lebih menundukan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa (shaum), karena shaum itu dapat membentengi dirinya". (Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Darimi, Ibnu Jarud dan Baihaqi).
3. Untuk Menegakkan Rumah Tangga Yang Islami Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa Islam membenarkan adanya Thalaq (perceraian), jika suami istri sudah tidak sanggup lagi menegakkan batas-batas Allah, sebagaimana firman Allah dalam ayat berikut : "Artinya : Thalaq (yang dapat dirujuki) dua kali, setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara ma’ruf atau menceraikan dengan cara yang baik. Tidak halal bagi kamu mengambil kembali dari sesuatu yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang yang dhalim". (Al-Baqarah : 229). Yakni keduanya sudah tidak sanggup melaksanakan syari’at Allah. Dan dibenarkan rujuk (kembali nikah lagi) bila keduanya sanggup menegakkan batas-batas Allah. Sebagaimana yang disebutkan dalam surat Al-Baqarah lanjutan ayat di atas : "Artinya : Kemudian jika si suami menthalaqnya (sesudah thalaq yang kedua), maka perempuan itu tidak halal lagi baginya hingga dikawin dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami yang pertama dan istri) untuk kawin kembali, jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah hukum-hukum Allah, diterangkannya kepada kaum yang (mau) mengetahui ". (Al-Baqarah : 230). Jadi tujuan yang luhur dari pernikahan adalah agar suami istri melaksanakan syari’at Islam dalam rumah tangganya. Hukum ditegakkannya rumah tangga berdasarkan syari’at Islam adalah WAJIB. Oleh karena itu setiap muslim dan muslimah yang ingin membina rumah tangga yang Islami, maka ajaran Islam telah memberikan beberapa kriteria tentang calon pasangan yang ideal :
a. Kafa’ah Menurut Konsep Islam Menurut Islam, Kafa’ah atau kesamaan, kesepadanan atau sederajat dalam perkawinan, dipandang sangat penting karena dengan adanya kesamaan antara kedua suami istri itu, maka usaha untuk mendirikan dan membina rumah tangga yang Islami inysa Allah akan terwujud. Tetapi kafa’ah menurut Islam hanya diukur dengan kualitas iman dan taqwa serta ahlaq seseorang, bukan status sosial, keturunan dan lain-lainnya. Allah memandang sama derajat seseorang baik itu orang Arab maupun non Arab, miskin atau kaya. Tidak ada perbedaan dari keduanya melainkan derajat taqwanya (Al-Hujuraat : 13). "Artinya : Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang-orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal". (Al-Hujuraat : 13). Dan mereka tetap sekufu’ dan tidak ada halangan bagi mereka untuk menikah satu sama lainnya. Wajib bagi para orang tua, pemuda dan pemudi yang masih berfaham materialis dan mempertahankan adat istiadat wajib mereka meninggalkannya dan kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah Nabi yang Shahih. Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : "Artinya : Wanita dikawini karena empat hal : Karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih karena agamanya (ke-Islamannya), sebab kalau tidak demikian, niscaya kamu akan celaka". (Hadits Shahi Riwayat Bukhari 6:123, Muslim 4:175).
b. Memilih Yang Shalihah "Artinya : Wanita yang shalihah ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri bila suami tidak ada, sebagaimana Allah telah memelihara (mereka)". (An-Nisaa : 34). Menurut Al-Qur’an dan Al-Hadits yang Shahih di antara ciri-ciri wanita yang shalihah ialah : "Ta’at kepada Allah, Ta’at kepada Rasul, Memakai jilbab yang menutup seluruh auratnya dan tidak untuk pamer kecantikan (tabarruj) seperti wanita jahiliyah (Al-Ahzab : 32), Tidak berdua-duaan dengan laki-laki yang bukan mahram, Ta’at kepada kedua Orang Tua dalam kebaikan, Ta’at kepada suami dan baik kepada tetangganya dan lain sebagainya". Bila kriteria ini dipenuhi Insya Allah rumah tangga yang Islami akan terwujud. Sebagai tambahan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan untuk memilih wanita yang peranak dan penyayang agar dapat melahirkan generasi penerus umat.
4. Untuk Meningkatkan Ibadah Kepada Allah Menurut konsep Islam, hidup sepenuhnya untuk beribadah kepada Allah dan berbuat baik kepada sesama manusia. Dari sudut pandang ini, rumah tangga adalah salah satu lahan subur bagi peribadatan dan amal shalih di samping ibadat dan amal-amal shalih yang lain, sampai-sampai menyetubuhi istri-pun termasuk ibadah (sedekah). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Artinya : Jika kalian bersetubuh dengan istri-istri kalian termasuk sedekah !. Mendengar sabda Rasulullah para shahabat keheranan dan bertanya : "Wahai Rasulullah, seorang suami yang memuaskan nafsu birahinya terhadap istrinya akan mendapat pahala ?" Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab : "Bagaimana menurut kalian jika mereka (para suami) bersetubuh dengan selain istrinya, bukankah mereka berdosa .? Jawab para shahabat :"Ya, benar". Beliau bersabda lagi : "Begitu pula kalau mereka bersetubuh dengan istrinya (di tempat yang halal), mereka akan memperoleh pahala !". (Hadits Shahih Riwayat Muslim 3:82, Ahmad 5:1167-168 dan Nasa’i dengan sanad yang Shahih).
5. Untuk Mencari Keturunan Yang Shalih Tujuan perkawinan di antaranya ialah untuk melestarikan dan mengembangkan bani Adam, Allah berfirman : "Artinya : Allah telah menjadikan dari diri-diri kamu itu pasangan suami istri dan menjadikan bagimu dari istri-istri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah ?". (An-Nahl : 72). Dan yang terpenting lagi dalam perkawinan bukan hanya sekedar memperoleh anak, tetapi berusaha mencari dan membentuk generasi yang berkualitas, yaitu mencari anak yang shalih dan bertaqwa kepada Allah. Tentunya keturunan yang shalih tidak akan diperoleh melainkan dengan pendidikan Islam yang benar. Kita sebutkan demikian karena banyak "Lembaga Pendidikan Islam", tetapi isi dan caranya tidak Islami. Sehingga banyak kita lihat anak-anak kaum muslimin tidak memiliki ahlaq Islami, diakibatkan karena pendidikan yang salah. Oleh karena itu suami istri bertanggung jawab mendidik, mengajar, dan mengarahkan anak-anaknya ke jalan yang benar. Tentang tujuan perkawinan dalam Islam, Islam juga memandang bahwa pembentukan keluarga itu sebagai salah satu jalan untuk merealisasikan tujuan-tujuan yang lebih besar yang meliputi berbagai aspek kemasyarakatan berdasarkan Islam yang akan mempunyai pengaruh besar dan mendasar terhadap kaum muslimin dan eksistensi umat Islam.
a. Harus Kafa’ah
b. Shalihah
Orang yang mau nikah harus memilih wanita yang shalihah dan wanita harus memilih laki-laki yang shalih.
Menurut Al-Qur’an wanita yang shalihah ialah :
Pengaruh materialisme telah banyak menimpa orang tua. Tidak sedikit zaman sekarang ini orang tua yang memiliki pemikiran, bahwa di dalam mencari calon jodoh putra-putrinya, selalu mempertimbangkan keseimbangan kedudukan, status sosial dan keturunan saja. Sementara pertimbangan agama kurang mendapat perhatian. Masalah Kufu’ (sederajat, sepadan) hanya diukur lewat materi saja.
Strategi Mencari Jodoh
Laporan: Mencari jodoh itu gampang-gampang susah. Kata orang, jodoh itu ‘di Tangan’ Tuhan, tapi kita wajib berikhtiar, tidak tinggal menunggu. Apa ikhtiarnya? Bagaimana cara mencari jodoh yang baik? Pemilihan jodoh sudah mulai mengusik pikiran siswa SMA di sela-sela kesibukan belajar sehari-hari. Ini wajar sebagai salah satu sisi dan tahapan perkembangan remaja. Remaja sudah harus mempersiapkan diri menuju pembentukan keluarga baru. Paling tidak, remaja perlu memperoleh gambaran umum berkaitan dengan masalah pernikahan. Apalagi bagi yang sudah cukup umur, masalah mencari jodoh menjadi persoalan yang cukup penting. Secara fisik sudah matang, keuangan sudah slap dan mental sudah mantap, tapi mengapa jodoh belum juga ketemu? Terkadang saking panasarannya, ia tidak segan-segan meminta bantuan pada saudara dan teman untuk mencarikan jodoh. Memang pernikahan sangat didambakan oleh setiap orang. Dengan pernikahan diharapkan kehidupan menjadi lengkap dan lebih bahagia. Sesulit-sulit berumah tangga, masih lebih baik ketimbang hidup membujang. Di samping itu, sebagaimna kita ketahui bahwa nikah merupakan Sunnah Rasul. Mengikuti Sunnah Rasul, insya Allah hidup lebih berarti, baik bagi diri sendiri maupun bagi keluarga dan masyarakat. Dalam mencari jodoh itu, Nabi Muhammad SAW mengemukakan empat hal sebagai bahan pertimbangan, yaitu: (1) kecantikan/kegantengan, (2) kekayaan, (3) keturunan, dan (4) agamanya. Setiap orang pasti mendambakan keempat hal itu, namun dalam kenyataan terkadang sulit mencapainya. Pertimbangan Apabila memilih jodoh hanya karena kecantikan atau kegantengan fisik, pada suatu saat akan kecewa. Karena kecantikan atau ketampanan akan sirna seiring dengan perjalanan usia dan waktu. Kalau memilih jodoh hanya karena kekayaan, tidak ada jaminan bahagia. Karena harta bisa saja mencelakakan pemiliknya. Di samping itu, harta dapat meninggalkan kita atau kita meninggalkan harta. Begitu juga seandainya dalam memilih jodoh hanya karena keturunan, tidak ada jaminan ia pasti orang baik. Karena kepribadian seorang, selain ditentukan oleh bakat bawaan (keturunan), juga dipengaruhi oleh lingkungan pergaulan. sehingga bisa saja kepribadiannya berubah. Oleh karena itu, pertimbangan terakhir dan paling mendasar dalam memilih jodoh, di samping ketiga alasan tersebut di atas adalah agamanya. Dengan dasar agama yang kuat dan seiman, insya Allah kehidupan rumah tangga akan tenang, bahagia dan sejahtera. Enam Strategi Enam tips di bawah ini boleh dipraktekkan. Semoga berhasil.
1. Pasang niat. Awali seluruh rangkaian upaya mencari jodoh dengan niat yang tulus dan lakukan setiap tahapan upaya dengan sungguh-sungguh, bukan dengan main-main.
2. Banyak bergaul. Bergaullah dengan berbagai kalangan dalam banyak kesempatan, misalnya, melalui organisasi atau perkumpulan seperti Pramuka, Karang Taruna, Olah Raga, Kesenian, Remaja Masjid, dan Iain-lain. Pendek kata, perbanyak silaturahmi. Dengan banyak bergaui, akan banyak kenalan dan teman, baik sejenis maupun lain jenis, Bukankah tak kenal maka tak sayang?
3. Tetapkan kriteria. Kriteria ini merupakan tujuan yang hendak dicapai dalam rangka membentuk keluarga baru, Kriteria tersebut diharapkan menjadi pendorong ikhtiar lebih gigih dalam mencari jodoh. Dalam menentukan criteria hendaknya realistis, sehingga ada kecocokan atau kesesuaian antara pribadi diri sendiri dengan calon pasangan, sampai sejauh mana komunikasi bias dibangun antara keduanya.
4. Berpenampilan menarik. Penampilan adalah hal yang pertama terlihat. Untuk itu seyogianya berpenampilan rapi dan membuat lawan jenis menjadi tertarik. Penampilan akan lebih memikat bila didukung dengan kecantikan/ketampanan dari dalam berupa pribadi yang mempesona (inner beauty). Ada ungkapan : Tidak ada wanita yang tidak cantik. Yang ada adalah wanita yang tidak bisa membuat dirinya jadi cantik.
5. Minta ridha orangtua. Pernikahan akan lancar dan bahagia apabila dkidhai oleh orangtua. Bukankah ridha Allah tergantung pada ridha orangtua? Dalam mencari jodoh, mintalah pertimbangan orangtua tentang calon pasangan. Hal ini penting mengingat orangtua telah banyak makan asam garam dalam kehidupan berumah tangga.
6. Puasa dan shalat. Puasa selain ibadah kepada Allah, juga merupakan sarana pengendalian diri dan dapat memantapkan niat dalam mencari jodoh. Misalnya, puasa sunat Senin dan Kamis secara rutin. Di samping itu, lakukanlah shalat istikharah untuk memonon petunjuk terbaik dalam mencari jodoh yang diharapkan. Singkatnya, dalam mencari jodoh harus lebih mendekatkan diri pada Allah SWT karena sumber jodoh itu dari Allah Yang Maha Kuasa.
7. Berdoa. Doa merupakan kekuatan yang dapat menggetarkan kalbu seseorang kepada orang tain, tentunya dengan izin Allah, Manusia tidak mempunyai daya dan kemampuan tanpa inayah dan hidayah Allah SWT. Oleh karena itu mohonkanlah pertolongan dan petunjuk-Nya agar diberi jodoh yang terbaik.
[Remaja]
WANITA SEPERTI APA YANG KAU CARI AKH???
Oleh: Cu2k
Untuk segala sesuatu, Allah telah menciptakan berpasang-pasangan. Tumbuhan, pepohonan, bunga-bunga, Allah ciptakan dengan keserasian dan keseimbangan. Binatang-binatang memiliki pasangan dari jenisnya, dimana mereka bisa saling melengkapi satu dengan yang lainnya dan bisa mengembangbiakkan keturunan. Demikian pula manusia, Allah menciptakan manusia dengan bentuk yang sangat indah, dan untuk mereka Allah ciptakan pasangannya. Secara naluriah, manusia akan memiliki ketertarikan kepada lawan jenis. Ada sesuatu yang amat kuat menarik, sehingga laki-laki dengan dorongan naluriah dan fitrahnya mendekati perempuan. Sebaliknya dengan perasaan dan kecenderungan alamiyahnya perempuan merasakan kesenangan tatkala didekati laki-laki. Allah SWT berfirman, ?Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan pada apa-apa yang diinginkan, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang? (QS. Ali Imran: 14). Untuk merealisasikan ketertarikan tersebut menjadi sebuah hubungan yang benar dan manusiawi, Islam datang dengan membawa ajaran pernikahan. Sebuah ajaran suci yang menampik kehidupan membujang di satu sisi, namun juga menampik kebebasan interaksi laki-laki dan perempuan di sisi yang lain. Nikah adalah jalan tengah yang membentang antara dua ekstrem tersebut. Pernikahan akan bernilai dakwah apabila dilaksanakan sesuai dengan tuntunan Islam dan menimbang berbagai kemaslahatan dakwah dalam setiap langkahnya. Dalam memilih jodoh, pikirkan kriteria pasangan hidup yang bernilai optimal bagi dakwah. Dalam menentukan calon jodoh tersebut, dipertimbangkan juga kemaslahatan secara luas. Selain kriteria umum sebagaimana tuntunan fikih Islam, pertimbangan lainnya adalah: apakah pemilihan jodoh ini memiliki implikasi kemaslahatan yang optimal bagi dakwah, ataukah sekedar mendapatkan kemaslahatan bagi dirinya? Walaupun dalam hadits Rasulullah SAW jelas disebutkan bahwa dalam memilih istri hendaknya mengutamakan akhlak dan agamanya, namun kenyataannya sekarang banyak ikhwan yang lebih mendahulukan kecantikan dibanding agama. Apakah memilih wanita cantik dilarang? Tidak. Itu juga sah-sah saja. Namun hendaknya kriteria cantik ini tidak membuat kita lupa akan kriteria akhlak dan agamanya. Mari saya beri contoh berikut. Diantara sekian banyak wanita muslimah yang telah memasuki usia siap nikah, mereka berbeda-beda jumlah bilangan usianya yang oleh karena itu berbeda pula dengan tingkat kemendesakan untuk menikah. Beberapa orang bahkan sudah mencapai 35 tahun, sebagian yang lain antara 30 hingga 35 tahun, sebagian usia berusia 25 hingga 30 tahun, dan yang lainnya dibawah 25 tahun. Mereka ini siap menikah, siap menjalankan fungsi dan peran sebagai ibu di rumah tangga. Anda adalah laki-laki muslim yang telah berniat melaksanakan pernikahan. Usia anda 25 tahun. Anda dihadapkan pada realitas bahwa wanita muslimah yang sesuai kriteria fikih Islam untuk anda nikahi ada sekian banyak jumlahnya. Maka siapakah yang akan anda pilih, dan dengan pertimbangan apa anda memilih? Ternyata anda memilih si A, karena ia memenuhi kriteria kebaikan agama, cantik, menarik, pandai dan usia masih muda 20 tahun atau bahkan kurang dari itu. Apakah pilihan anda ini salah? Demi Allah, pilihan anda ini tidak salah! Anda telah memilih calon istri dengan benar karena berdasarkan kriteria kebaikan agama, dan memenuhi sunnah kenabian. Bukankah Rasullah saw bertanya kepada Jabir ra: ?Mengapa tidak (menikah) dengan seorang gadis yang bisa engkau cumbu dan bisa mencumbuimu?? (Riwayat Bukhari dan Muslim). Dan inilah jawaban dakwah seorang Jabir ra: ?Wahai Rasullah, saya memiliki saudara-saudara perempuan yang berjiwa keras, saya tidak mau membawa yang keras juga kepada mereka. Janda ini saya harapkan mampu menyelesaikan persoalan tersebut?, kata Jabir, ?Benar katamu?, jawab Rasullah. Jabir tidak hanya berpikir untuk kesenangan dirinya sendiri. Ia bisa memilih seorang gadis perawan yang cantik dan muda belia. Namun ia memiliki kepekaan dakwah yang amat tinggi. Kemaslahatan menikahi janda tersebut lebih tinggi dalam pandangan Jabir, dibandingkan dengan apabila menikahi gadis perawan. Nah, apabila semua laki-laki muslim berpikiran dan menentukan calon istrinya harus memiliki kecantikan ideal, berkulit putih, usia lima tahun lebih muda dari dirinya, maka siapakah yang akan datang melamar para wanita muslimah yang usianya diatas 25 tahun, atau diatas 30 tahun, atau bahkan diatas 35 tahun? Cantik Tapi… Sebagaimana yang sudah kita dengar dan baca, bahwa di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna. Terlebih lagi wanita yang telah Allah ciptakan dalam keadaan bengkok. Secara kodrat, mereka lebih banyak kekurangan dan kelemahan dibandingkan pria, sebagaimana sabda Rasullah, ?…Tidaklah aku melihat orang yang kurang akal dan kurang agama lagi potensial melemahkan laki-laki yang kuat selain salah seorang dari kalian (para wanita)…? (Riwayat Bukhari dan Muslim) Hal demikian menuntut para lelaki untuk lebih banyak mengerti wanita, juga lebih bisa memahami kekurangan mereka. Menyangkut kekurangan ini, bukanlah hal yang aneh bila ada wanita yang secara fisik cantik tapi pemboros, atau abid (ahli ibadah) tapi tak bisa memasak, atau ahli memasak tapi pencemburu berat, dan lainnya. Yang demikian itu adalah biasa. Hampir terjadi dan ada pada setiap wanita. Bagi anda para bujangan, wanita mana yang akan kau pilih, semua tergantung pada anda. Pada dasarnya ini menyangkut kriteria utama anda yang anda tetapkan dan kekurangan-kekurangan yang masih bisa anda toleransi. Tentunya setiap ikhwan berbeda-beda satu ikhwan mungkin menjadikan kecantikan sebagai standar utama, tak peduli bisa masak atau tidak, sementara ikhwan lain mugkin lebih mengutamksn ibadahnya dan tak peduli kekurangan?kekurangan yang lainnya, dan seterusnya. Yang jelas tak ada wanita di dunia ini yang sempurna seratus persen. Pasti ada saja kekurangannya. Ini hal pertama yang hendaknya dipahami betul. Kalau Bisa Seperti Nabi… Kalau kita sedikit menengok sejarah nabi, bagaimana beliau memperistri wanita atau kriteria wanita atau kriteria yang ditetapkan oleh beliau bagi wanita yang menjadi isterinya, maka akan kita dapati nabi lebih mengutamakan agama dan akhlaknya dibanding fisiknya. Itupun masih didasari pada manfaaat dan madharatnya bagi perkembangan Islam. Itulah mengapa Rasulullah hanya menikahi satu wanita yang masih perawan, yaitu Aisyah ra. Sedangkan yang lainnya para janda yang pada umumnya sudah tua. Pelajaran yang bisa kita ambil dari pernikahan Rasulullah ini, bahwa agama hendaknya dijadikan patokan utama dalam memilih seorang wanita, agar nantinya rumah tangga bahagia dunia dan akhirat. Bagi para Akhwat yang belum memiliki suami, semestinya anda terus menggali potensi untuk meningkatkan kualitas diri. Adapun tuntunan dari Rasulullah agar menjadi seorang wanita pilihan: 1. Taat Seorang gadis yang biasanya taat kepada orang tua, akan mudah taat pada suami ketika menikah nanti. 2. Enak Dipandang Tidak harus cantik, dengan mengoptimalkan potensi yang dimilikinya seorang wanita akan membuat senang suaminya. 3. Cinta dan Pasrah Seorang pria tentu berharap mendapat seorang istri yang mampu mencintai sepenuh hati dan bersikap pasrah. Wanita yang dalam berbuat dan bertingkah laku selalu berupaya menyenangkan suami dam menjauhi hal-hal yang mendatang kebenciannya. 4. Suka membantu Wanita shalihah adalah yang selalu mengajak suaminya pada kebaikan agama dan dunianya. Bukannya memberatkan, namun justru mengingatkan suami untuk selalu berlaku taat pada Allah SWT, serta memberikan saran dan pendapat demi kemajuan sang suami. Walaupun kita tidak mendapatkan pasangan ketika di dunia, tetapi kalau kita ahli ibadah Insya Allah akan mendapatkan pasangan ketika di akhirat kelak. Amien… []
Setelah lebaran ini, banyak dari teman2 tercinta yang telah mengorbankan kesendiriannya. Mereka memilih untuk mengarungi kehidupan bersama pasangan hidup sejati. Ah, setelah musim duren lewat, sekarang tiba saatnya musim belah duren. Bicara soal belah-membelah duren ini, ada yang lebih pandai membicarakannya sih..
Tujuan hidup
Mencari SoulMate
Kesimpulan Walaupun aku masih kaya’ begini, angan-angan seandainya punya istri sholeha secantik Mariana Renata, anak keturunan (sepintar) pak habibie, pemilik 7 perusahaan multinasional, kedengarannya asik juga… hehe.
Masalah soulmate yang bagi beberapa temanku itu sudah tuntas, (ditandai dengan undangan walimahan yang sampe kepadaku), bagiku masih misterius. Mungkin orang yang bakal jadi tujuan hidupku itu udah pernah kutemui, teman kecilkah, teman sekolahkah, atau gak sengaja kelihat dijalan, atau bahkan aku belum sekalipun berjumpa dengannya, jika diberi umur panjang InsyaAllah Allah akan memilihkan satu bidadari didunia ini untukku, bidadari yang setidaknya untuk hatiku ini. (bueh, bahasanya sok bangget gitu loh).
Aku gak bakalan banyak menuntut, bagiku, jika ditanya kriteria apa yang cocok buatku tentang wanita idaman/impian, cukuplah wanita sederhana yang salehah, yang bila dipandang dapat memberi kesejukan, yang jika aku pulang ke rumah dapat memberikanku kenyamanan, yang cukup cerdas untuk mendidik anak-anakku nantinya, yang selalu menerimaku disaat senang dan susah, yang bukannya menjerumuskan, tapi selalu dapat menarikku ketika aku jatuh ke dalam lubang (sentimentil yak? Ada yang mual? Silahkan.) –> panjang banget keinginannya, bisa dibuat lirik satu buah lagu dangdut kali…
Tapi, tetap pertanyaan yang lebih penting lagi, adalah apakah aku juga udah termasuk kriteria yang diatas itu? Jangan-jangan aku gak tau diri terlalu banyak berharap, sedangkan aku bahkan gak punya satupun kriteria yang diatas tadi. Sudahkah aku tumbuh menjadi orang yang pantas bagi calon belahan jiwaku nantinya?
Itu dia yang kacau. Kebanyakan kita kan maunya pasangan yang beriman,cantik,kaya,seksi,pintar,deelel, padahal kitanya sendiri… eh… Rasanya gak imbang gitu. Rasanya lagi, kasian pasangan hidup kita. Udah dianya beriman,cantik,kaya,seksi,pintar,deelel, kok dikutuk dapet pasangan berandal,elek,miskin,menyedihkan-lontongsayur,bego,deelel si? Jadinya kita juga harus instrospeksi lah, supaya memenuhi syarat bagi si dia, agar langgeng dan duaduanya sejodoh di dunia dan akhirat. Sekali lagi, Sudahkah aku tumbuh menjadi orang yang pantas bagi calon belahan jiwaku nantinya?
Ada yang bilang, jodoh itu datang dengan sendirinya. Aku gak percaya bullshit itu. Emang sih dalam beberapa kasus, nasib menyodorkan dirinya. Tapi bagi kebanyakan orang, pasangan hidup itu datang melalui perjuangan. Kita punya hak untuk milih yang terbaik bagi diri kita, karena dengan si dialah, kita bakal menghabiskan sisa hidup kita.
Bibit, bobot, bebet. Kata orang jawa.
Kalau mau yang lebih sempurna, jawabanku sama seperti tuntunan Sang Nabi SAW aja. Cari berdasarkan 4 kriteria, (atau menurut bahasa anak forum freakschool, 4 sehat 5 sempurna)
Apa aja 4 sehatnya? Satu yang paling utama, dan tiga lainnya tambahan.
1. Lihat agamanya
Kalau milih cewek (karena aku cowok) yang pertama jadi pertimbangan adalah apakah dia seiman sama kita? Jangan jadikan nanti anak2 yang dilahirkan bingung dengan status orang tuanya. Selain itu, pertimbangan yang lebih utama lagi adalah bagaimana dengan dasar agamanya? Kuat? Gak asal punya KTP dengan label Islam? (ya iya, aku orang Islam, jadi nanyanya Islam juga lah) Soalnya, dia bakalan jadi pendidik anak-anakku (InsyaAllah). Gimana pula kalo kerjanya clubbing thok, bakal kesian si tole dan si nduk. Cewek nakal enaknya cuma dipandangin aja dari kacamata nafsu. Tapi ketika ia dijadikan calon pasangan hidup? Hmph, kalo mikir masa depan, kaya’nya enggak deh!
2. Lihat keturunannya
Did she came from the good family? Ada kecenderungan kalo dia berasal dari keluarga yang tidak bahagia, takutnya jangan-jangan si dia menyimpan bakat psikopat. Segi untungnya lagi, setidaknya kita bakal punya mertua yang bisa jadi panutan lah… Tapi emang yang ini bukan pemilihan utama sih, karena banyak juga orang baik yang berasal dari keluarga biasa.
3. Lihat kecantikannya
Nah ini yang sering jadi polemik. Banyak dari kita yang menomer satukan ini. Padahal, sebenarnya kecantikan itu kan relatip (dan jelek itu mutlak!). Aku gak memandang cantik itu dari segi wajah atau bodi yang yahut, tapi lebih dari itu, kadang kecantikan bisa timbul dari kepribadian. Ada beberapa orang yang kutemui, kelihatan cantik pada awalnya, tapi seiring dengan seringnya kita berinteraksi dengan dia, makin lama makin luntur kecantikannya dikaburkan sama kepribadiannya yang tidak "cantik". Akan tetapi sebaliknya, ada yang kelihatan biasa aja, tapi makin lama makin cantik karena inner byuti nya itu loh. Dahsyat!
Sebenarnya, kecantikan itu penting juga sih, gak usah munafik deh, soalnya, ketika kita harus berkeluarga, coba kalo pasangan kita itu minta ampun…jeleknya. (buat yang ngerasa, termasuk saya, saya minta sorry) Bakal betah nggak? Makanya Rasul juga menyebutkan kriteria ini dalam hal memilih pasangan hidup.
4. Lihat hartanya
Boleh-boleh aja kok memilih wanita dengan kriteria perempuan yang kaya. Karena itu kan bakal menjamin masa depan kita dan (calon) anak-anak. Tapi itu juga bukan prioritas utama, hanya sekedar tempelan. Karena, tetap yang paling utama itu yang nomer satu diatas tadi
Nah, sekarang apa yang membuat 4 sehat jadi 5 sempurna?
Sempurna adalah kalo ada cewek yang memenuhi 4 kriteria diatas, MAU SAMA AKU. Itu baru cuocok!
Berbagai bentuk lawan jenis telah diciptakan oleh Sang Maha Pencipta didunia ini, dan sesuai aturannya, kita diperbolehkan memilih satu. Untuk yang kedua atau yang ketiga, itu berarti poligami, atau selingkuhan (baca: buaya darat)
Aku bukan penganut paham poligami, jadi aku cuma akan berbicara tentang satu tujuan hidup.
Tujuan hidup adalah ketika seseorang diberkahi dengan belahan jiwanya, dimana kata romantis Mohsen Makhmalbaf, "kau adalah separuh apel dan aku sisanya". Wew, ini dalam arti yang sebenarnya loh, bukan sekedar ecek-ecek dalam bungkus pacaran yang nggak genah, tapi diwujudkan dalam komitmen. Dimana semua yang tadinya diharamkan, menjadi ibadah.
Salut buat temen-temen yang berani mengambil keputusan besar itu. Karena dengan menikah, berarti ada tanggung jawab, bukan hanya bagi diri sendiri, tapi juga bagi pasangan hidup dan keluarga. Yang laki-laki menjadi kepala rumah tangga, mencari nafkah,dsb, dan sebagai wanita, mendidik dan merawat keluarganya.
Trus, banyak pertanyaan yang nyampe ke telingaku. Gimana dengan kamu zuh? Pandangan kamu tentang tujuan hidupmu itu yang itu.
Dengan (tidak) bijaknya, aku cuma bakal mesem dan terdiam. Nggak bisa dijawab sekarang lah. Bukan masalah jodoh yang kukhawatirkan sekarang. Tapi ada banyak sekali hal yang lebih diutamakan saat ini dan kelihatannya lebih penting. Nggak bakalan deh sekedar icip-icip dengan "pacaran" itu. Kok kaya’nya menghabiskan tenaga dan buang-buang waktu aja.
Bertahanlah Di Sana…
Kepada Ukhti Yang Kelak Kuharap Menjadi Istriku…
Where ever U r
Assalammu’alaikum Wr… Wb…
Apa kabar calon istriku? Hope u well and do take care…
Allah selalu bersama kita
Ukhtiku…
Masihkah menungguku…?
Hm… menunggu, menanti atau whatever-lah yang sejenis dengan itu kata orang membosankan. Benarkah?!
Menunggu…
Hanya sedikit orang yang menganggapnya sebagai hal yang ‘istimewa’
Dan bagiku, menunggu adalah hal istimewa
Karena banyak manfaat yang bisa dikerjakan dan yang diperoleh dari menunggu
Membaca, menulis, diskusi ringan, atau hal lain yang bermanfaat
Menunggu bisa juga dimanfaatkan untuk mengagungkan-Nya,
melihat fenomena kehidupan di sekitar tempat menunggu,
atau sekadar merenungi kembali hal yang telah terlewati
Eits, bukan berarti melamun sampai angong alias ngayal dengan pikiran kosong
Karena itu justru berbahaya, bisa mengundang makhluk dari ‘dunia lain’ masuk ke jiwa
Banyak hal lain yang bisa kau lakukan saat menunggu
Percayalah bahwa tak selamanya sendiri itu perih
Ngejomblo itu nikmat, jenderal!
Ups, itu judul tulisanku beberapa waktu lalu
Bahwa di masa penantian, kita sebenarnya bisa lebih produktif
Mumpung waktu kita masih banyak luang
Belum tersita dengan kehidupan rumah tangga
Jadi waktu kita untuk mencerahkan ummat lebih banyak
Karena permasalahan ummat saat ini pun makin banyak
Karenanya wahai bidadari dunia…
Maklumilah bila sampai saat ini aku belum datang
Bukan ku tak ingin, bukan ku tak mau, bukan ku menunda
Tapi persoalan yang mendera bangsa ini kian banyak dan kian rumit
Begitu banyak anak tak berdosa yang harus menderita karena busung lapar, kurang gizi, lumpuh layuh hingga muntaber
Belum lagi satu per satu kasus korupsi tingkat tinggi yang membuktikan bahwa negeri ini ’sarang tikus’
Ditambah lagi bencana demi bencana yang melanda negeri ini
Meski saat ini hidup untuk diri sendiri pun rasanya masih sulit
Namun seperti seorang ustadz pernah mengatakan bahwa hidup untuk orang lain adalah sebuah kemuliaan Memberi di saat kita sedang sangat kesusahan adalah pemberian terbaik
Bahwa kita belumlah hidup jika kita hanya hidup untuk diri sendiri
Ukhtiku…
Di mana pun engkau sekarang, janganlah gundah, janganlah gelisah
Telah kulihat wajahmu dan aku mengerti,
betapa merindunya dirimu akan hadirnya diriku di dalam hari-harimu
Percayalah padaku aku pun rindu akan hadirmu
Aku akan datang, tapi mungkin tidak sekarang
Karena jalan ini masih panjang
Banyak hal yang menghadang
Hatiku pun melagu dalam nada angan
Seolah sedetik tiada tersisakan
Resah hati tak mampu kuhindarkan
Tentang sekelebat bayang, tentang sepenggal masa depan
Karang asaku tiada ‘kan terkikis dari panjang jalan perjuangan, hanya karena sebuah kegelisahan
Lebih baik mempersiapkan diri sebelum mengambil keputusan
Keputusan besar untuk datang kepadamu
Ukhtiku…
Jangan menangis, jangan bersedih, hapus keraguan di dalam hatimu
Percayalah pada-Nya, Yang Maha Pemberi Cinta,
bahwa ini hanya likuan hidup yang pasti berakhir
Yakinlah…saat itu pasti ‘kan tiba
Tak usah kau risau karena makin memudarnya kecantikanmu
Karena kecantikan hati dan iman yang dicari
Tak usah kau resah karena makin hilangnya aura keindahan luarmu
Karena aura keimananlah yang utama
Itulah auramu yang memancarkan cahaya syurga,
merasuk dan menembus relung jiwa
Wahai perhiasan terindah…
Hidupmu jangan kau pertaruhkan, hanya karena kau lelah menunggu. Apalagi hanya demi sebuah pernikahan. Karena pernikahan tak dibangun dalam sesaat, tapi ia bisa hancur dalam sedetik. Seperti Kota Iraq yang dibangun berpuluh tahun, tapi bisa hancur dalam waktu sekian hari.
Jangan pernah merasa, hidup ini tak adil
Kita tak akan pernah bisa mendapatkan semua yang kita inginkan dalam hidup
Pasrahkan inginmu sedalam qalbu, pada tahajjud malammu
Bariskan harapmu sepenuh rindumu, pada istikharah di shalat malammu
Pulanglah pada-Nya, ke dalam pelukan-Nya
Jika memang kau tak sempat bertemu diriku,
sungguh…itu karena dirimu begitu mulia, begitu suci
Dan kau terpilih menjadi Ainul Mardhiyah di jannah-Nya
Ukhtiku…
Skenario Allah adalah skenario terbaik
Dan itu pula yang telah Ia skenariokan untuk kita
Karena Ia sedang mempersiapkan kita untuk lebih matang,
merenda hari esok seperti yang kita harapkan nantinya
Untuk membangun kembali peradaban ideal seperti cita kita
Ukhtiku…
Ku tahu kau merinduiku, bersabarlah saat indah ‘kan menjelang jua
Saat kita akan disatukan dalam ikatan indah pernikahan
Apa kabarkah kau disana?
Lelahkah kau menungguku berkelana?
Lelahkah menungguku kau disana?
Bisa bertahankah kau disana?
Tetap bertahanlah kau disana…
Aku akan segera datang, sambutlah dengan senyum manismu
Bila waktu itu telah tiba,
kenakanlah mahkota itu,
kenakanlah gaun indah itu…
Masih banyak yang harus kucari, ‘tuk bahagiakan hidup kita nanti…
Ukhtiku…
Malam ini terasa panjang dengan air mata yang mengalir
Hatiku terasa kelu dengan derita yang mendera,
kutahan derita malam ini sambil menghitung bintang
Cinta membuat hati terasa terpotong-potong
Jika di sana ada bintang yang menghilang,
mataku berpendar mencari bintang yang datang
Kalau memang kau pilihkan aku, tunggu sampai aku datang…
Ku awali hariku dengan tasbih, tahmid dan shalawat
Dan mendo’akanmu agar kau selalu sehat, bahagia,
dan mendapat yang terbaik dari-Nya
Aku tak pernah berharap,
kau ‘kan merindukan keberadaanku yang menyedihkan ini
Hanya dengan rasa rinduku padamu, kupertahankan hidup
Maka hanya dengan mengikuti jejak-jejak hatimu, ada arti kutelusuri hidup ini
Mungkin kau tak pernah sadar betapa mudahnya kau ‘tuk dikagumi
Akulah orang yang ‘kan selalu mengagumi, mengawasi, menjaga dan mencintaimu
Ukhtiku…
Saat ini ku hanya bisa mengagumimu,
hanya bisa merindukanmu
Dan tetaplah berharap, terus berharap
Berharap aku ‘kan segera datang
Jangan pernah berhenti berharap,
Karena harapan-harapanlah yang membuat kita tetap hidup
Bila kau jadi istriku kelak,
jangan pernah berhenti memilikiku
dan mencintaiku hingga ujung waktu
Tunjukkan padaku kau ‘kan selalu mencintaiku
Hanya engkau yang aku harap
Telah lama kuharap hadirmu di sini
Meski sulit, harus kudapatkan
Jika tidak kudapat di dunia…
‘kan kukejar sang Ainul Mardhiyah yang menanti di surga
Ku akui cintaku tak hanya hinggap di satu tempat,
aku takut mungkin diriku terlalu liar bagimu
Namun sejujurnya,
semua itu hanyalah persinggahan egoku,
pelarian perasaanku
dan sikapmu telah meluluhkan jiwaku
Waktu pun terus berlalu dan aku kian mengerti…
Apa yang akan ku hadapi
Dan apa yang harus kucari dalam hidup
Kurangkai sebuah tulisan sederhana ini,
untuk dirimu yang selalu bijaksana
Aku goreskan syair sederhana ini,
untuk dirimu yang selalu mempesona
Memahamiku dan mencintaiku apa adanya
Semoga Allah kekalkan nikmat ini bagiku dan bagimu
Semoga…
Kau terindah di antara bunga yang pernah aku miliki dahulu
Kau teranggun di antara dewi yang pernah aku temui dahulu
Kau berikan tanda penuh arti yang tak bisa aku mengerti
Kau bentangkan jalan penuh duri yang tak bisa aku lewati
Begitu indah kau tercipta bagi Adam
Begitu anggun kau terlahir sebagai Hawa
Kau terindah yang pernah kukagumi meski tak bisa aku miliki
Kau teranggun yang pernah kutemui meski tak bisa aku miliki
……
(Dewi Khayalan - Daun Band)
Ya Allah…
ringankanlah kerinduan yang mendera
kupanjatkan sepotong doa setiap waktu,
karena keinginan yang menyeruak di dalam diriku
Ya Allah…
ampuni segala kesilafan hamba yang hina ini
ringankan langkah kami
beri kami kekuatan dan kemampuan
tuk melengkapkan setengah dien ini,
mengikuti sunnah RasulMu
jangan biarkan hati-hati kami
terus berkelana tak perpenghujung
yang hanya sia-sia dengan waktu dan kesempatan
yang telah Engkau berikan
Aamiin…
Wassalamu’alaikum Wr… Wb…
Penuh Cinta Selalu Untuk Selamanya, Fillah…